Breaking News:

Berita Nasional

Menko PMK Minta Warga Tak Mudik saat Libur Nataru, Cegah Munculnya Gelombang Tiga Ledakan Covid

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi meminta masyarakat tidak mudik saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Menko PKM Muhadjir Effendy ditemui wartawan saat mengunjungi Karanganyar, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi meminta masyarakat tidak mudik saat liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Imbauan ini disampaikan untuk meminimalkan munculnya ancaman gelombang ketiga Covid-19.

"Pokoknya, sekarang, jangan punya rencana mudik dulu ya," ucapnya usai memimpin rapat program penataan lingkungan kumuh Kampung Mojo, di Balai Kota Solo, Rabu (27/10/2021).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengatakan, pemerintah segera membuat aturan dan pembatasan untuk libur Nataru, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, kegiatan mudik berpotensi menimbulkan kerumunan dan dikhawatirkan bisa memunculkan penyebaran Covid-19 gelombang ketiga.

"Jadi, intinya, kita tidak boleh lengah. Kita tentunya tidak ingin gelombang ketiga covid yang kini muncul di Amerika, Eropa, Jepang, dan Singapura, kembali meningkat di tanah air," ungkapnya.

Baca juga: Cegah Ledakan Covid saat Libur Nataru, Pemerintah Hapus Cuti Bersama 24 Desember dan Perketat Prokes

Baca juga: IDI Banjarnegara Sarankan Pemerintah Siapkan Pos Infeksi, Antisipasi Gelombang Tiga Covid-19

Baca juga: Selain Aktivitas Warga, Pergantian Cuaca Diduga Jadi Pemicu Gelombang Tiga Covid di Indonesia

Baca juga: Waspada! Gelombang Tiga Pandemi Covid Diperkirakan Terjadi Desember, Ini Saran Epidemiolog

Muhadjir juga mengatakan, pemerintah telah menghapus cuti bersama Natal yang sebelumnya ditetapkan 24 Desember.

Menurutnya, hal ini telah diputuskan tiga kementerian, yakni, Kemenpan RB, Kemenaker, dan Kemenag.

"Diputuskan bahwa tahun ini tidak ada cuti bersama. Kalau cuti tetap ada karena itu hak karyawan dan ASN. Cuti bersamanya yang ditiadakan untuk menghindari (potensi) gelombang ketiga (kasus Covid-19)," katanya.

"Masyarakat diimbau tidak bepergian kecuali urusan-urusan primer," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, juga menegaskan agar warga Solo tidak lengah.

Hal itu agar kasus Covid-19 yang sudah melandai tidak kembali naik menjadi gelombang ketiga.

"Kami sudah diberikan arahan oleh Menko Luhut, Menkes, dan juga Menhub. Untuk menjaga masyarakat agar tidak lengah dari penyebaran baru covid," terangnya.

Pada prinsipnya, lanjut Gibran, pihaknya sudah siap dan akan lebih baik menangani covid.

"Dengan dibarengi kedisiplinan warga dalam melaksanakan prokes dengan disiplin," tandasnya. (*)

Baca juga: Kades Ngadimulyo Wonosobo Ditahan, Dana Proyek Senderan Jalan Rp 200 Juta Digunakan Bayar Utang

Baca juga: Gempa Tak Lagi Terasa, BPBD Kabupaten Semarang Belum Bongkar Tenda Darurat di RSUD Ambarawa

Baca juga: Dana BTT Boleh untuk Atasi Kemiskinan Esktrem, Pemkab Banyumas Pastikan Tak Berikan Bantuan Tunai

Baca juga: Kalah Perdana saat Lawa Persib Bandung, Ini Kata GM PSIS Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved