Penanganan Corona

IDI Banjarnegara Sarankan Pemerintah Siapkan Pos Infeksi, Antisipasi Gelombang Tiga Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarnegara menyarankan pemerintah untuk menambah dan meningkatkan pelayanan pos infeksi. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Seorang santri sedang disuntik vaksin, Senin (25/10/2021). Vaksinasi itu terhadap santri Tanbihul Ghofilin, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Ancaman gelombang 3 Covid-19 perlu diwaspadai. 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarnegara menyarankan pemerintah untuk menambah dan meningkatkan pelayanan pos infeksi. 

Ketua IDI Banjarnegara, dr Agus Ujianto mengatakan, pos infeksi ini bisa dibentuk dari Pemerintah Pusat, hingga desa bahkan RT sekalipun.

Pembentukan pos semacam ini, bisa mengeliminasi biaya saat berada di rumah sakit. 

Baca juga: Karena Kondisi Ini, Wiwi Sebut Ratusan Rumah Terancam Longsor di Desa Mlaya Banjarnegara

Baca juga: Delapan Orang Terluka Tertimpa Longsor Susulan di Desa Biting Banjarnegara, Mereka Lagi Kerja Bakti

Baca juga: Haris Ditemukan Dua Kilometer dari Lokasi Awal Berenang, Insiden Maut Sungai Bermali Banjarnegara

Baca juga: Detik-detik Bocah 3 Tahun di Banjarnegara Tewas Tertimbun Longsor: Tidur Dipeluk Kakak di Kamar

"Perlu ada pos infeksi yang dimanfaatkan oleh masyarakat, selain Posyandu yang sudah ada sejak lama,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (25/10/2021).

Kebijakan pemerintah seperti PPKM, vaksin, dan lainnya, menurut dia, sudah cukup efektif menanggulangi pandemi Covid-19. 

Tetapi keberadaan pos infeksi, diyakini mampu menjadi benteng proteksi yang lebih maksimal.

Masyarakat juga diminta sadar diri memproteksi secara mandiri.

Terpisah, Kabid Pelayanan Medis RSI Banjarnegara, Joni Krismanto menyatakan kesiapannya jika sampai terjadi gelombang 3 Covid-19. 

Pihaknya sudah mempersiapkan sarana, semisal jumlah bed khusus secara keseluruhan sekira 86 buah. 

Rinciannya, di ruang isolasi 60 bed, ICU isolasi 6 bed dengan peralatan HFNC dan ventilator, serta ruang karantina 20 bed.

“Untuk oksigen kami punya supplier tetap."

"Untuk tenaga medis, 3 dokter spesialis dan 6 dokter umum."

"Secara umum apabila terjadi gelombang ketiga kami siap."

"Tetapi kami selalu berdoa untuk tidak terjadi,” kata Joni. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Pemkab Tegal - 221 Rumah Rusak Akibat Terjangan Puting Beliung di Desa Cerih, Ini Data Lengkapnya

Baca juga: Inilah Kuliner Favorit Warga Tegal Saat Ini, Kepala Ikan Manyung, Seporsi Cuma Rp 15 Ribu

Baca juga: Besok Hadapi Persib Bandung, Pelatih PSIS Semarang: Semua Pemain Ingin Tampil, Antusias Tinggi

Baca juga: Benarkah Imran Dipastikan Mundur? CEO PSIS Semarang Jelaskan Ini: Segera Kami Komunikasikan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved