Jumat, 5 Juni 2026

Kebakaran Rumah di Wonosobo

Kebakaran di Kejajar Wonosobo Hanguskan Rumah dan Musala

Kebakaran dipicu korsleting hancurkan rumah Mufroil di Kejajar, Wonosobo, Kamis (4/6) petang. Api merembet ke musala dan 4 rumah tetangga.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas
RUMAH HANGUS TERBAKAR - Kondisi memprihatinkan bangunan rumah warga milik Mufroil di Dusun Sigendang, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, yang hangus tak bersisa akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik, Kamis (4/6/2026) petang. Peristiwa tersebut berdampak pada lima kepala keluarga (23 jiwa) serta merusak sebagian fisik Musala Al Huda dengan total kerugian mencapai Rp178,5 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran melanda Dusun Sigendang, Wonosobo, akibat korsleting listrik pada Kamis petang.
  • Satu rumah milik Mufroil hangus terbakar dan empat rumah lainnya serta satu musala mengalami kerusakan.
  • Total kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp178,5 juta.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun 23 jiwa dari lima kepala keluarga terdampak.
  • BPBD Wonosobo mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kebakaran.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kebakaran hebat yang diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik menghanguskan satu unit rumah warga di kawasan Dusun Sigendang RT 07 RW 04, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, pada Kamis (4/6/2026) petang.

Peristiwa nahas tersebut rupanya tidak hanya melahap satu bangunan utama.

Rambatan api dan suhu panas yang ekstrem juga mengakibatkan kerusakan pada empat rumah lainnya serta satu bangunan musala, dengan taksiran total kerugian material mencapai Rp178,5 juta.

Baca juga: Damkar Cilacap Catat 36 Kebakaran Selama Januari-Mei 2026, Terbanyak di Permukiman Akibat Korsleting

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, menjelaskan bahwa peristiwa memilukan ini mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, sebagian besar warga setempat tengah bersantai dan beraktivitas di dalam rumah menjelang datangnya malam.

"Api pertama kali muncul dari percikan kabel listrik di salah satu kamar rumah milik Mufroil," ungkapnya saat dihubungi Tribunjateng.com (Tribunbanyumas.com Network).

Dalam waktu yang teramat singkat, kobaran api kian membesar dan membakar sebagian besar struktur bangunan rumah tersebut. Kepulan asap tebal yang tiba-tiba membumbung tinggi dan terlihat jelas dari area permukiman membuat warga sekitar panik, lalu berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu upaya pemadaman.

Warga yang dengan cepat mengetahui kejadian tersebut segera bahu-membahu bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Di saat yang bersamaan, sebagian warga lainnya sibuk menghubungi petugas pemadam kebakaran setempat guna meminta bantuan.

Upaya cepat dan responsif dari masyarakat ini akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api, sehingga si jago merah tidak sampai merembet lebih luas lagi menelan permukiman padat penduduk yang berada di sekitarnya.

Petugas BPBD dan Damkar Wonosobo yang beberapa saat kemudian tiba di lokasi lantas melakukan penanganan pendinginan lanjutan serta pendataan dampak riil dari kebakaran.

"Rumah milik Mufroil menjadi bangunan yang mengalami kerusakan paling parah karena habis terbakar," jelas Sabarno.

Beruntungnya, delapan orang penghuni rumah tersebut, yang terdiri dari enam orang dewasa dan dua anak balita, berhasil menyelamatkan diri tepat pada waktunya. Alhasil, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan tersebut, meskipun kerugian materi yang dialami keluarga Mufroil diperkirakan mencapai angka Rp150 juta.

Selain menghabisi kediaman Mufroil, jilatan api dan radiasi panas kebakaran juga berdampak pada sejumlah bangunan tetangga di sekitarnya. Rumah milik warga bernama Bakdo tercatat mengalami kerusakan pada bagian atap dengan taksiran kerugian sekitar Rp5 juta. Sementara itu, rumah milik Suyanto mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan dengan taksiran nilai kerugian yang serupa.

Dampak kebakaran hebat ini turut merusak fisik Musala Al Huda yang lokasinya memang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Bangunan tempat ibadah umat muslim tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.

Di sisi lain, radiasi suhu tinggi dari api juga membuat rumah milik Mugiyanto mengalami kerusakan pada bagian kaca depan yang pecah, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp500 ribu. Kerusakan identik juga terjadi pada kediaman milik Ahmad Zazib, di mana bagian kaca depannya ikut pecah terdampak hantaman panas dan percikan api dengan estimasi kerugian mencapai Rp3 juta.

Berdasarkan hasil pendataan akhir dari tim BPBD Kabupaten Wonosobo, total seluruh kerugian akibat musibah kebakaran ini menembus angka Rp178,5 juta.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved