Berita Jawa Tengah

300 Meter Butuh Penanganan Khusus, DPUPR Kendal Buka Jalur Alternatif Gemuh - Patean

Hingga September 2021 ini progres pekerjaan masih menyisakan 1,4 kilometer yang belum bisa dibetonisasi di penghubung Gemuh- Patean Kendal.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Akses jalur alternatif Kecamatan Gemuh menuju Kecamatan Pageruyung di atas perbukitan yang mulai dibetonisasi DPUPR Kabupaten Kendal, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - DPUPR Kabupaten Kendal berupaya membuka akses jalan penghubung Kendal bawah dan atas melalui Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh menuju Desa Kalices Kecamatan Patean.

Betonisasi sepanjang 25 kilometer terus dikebut dan ditarget selesai pada 2022.

Kepala DPUPR Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, hingga September 2021 ini progres pekerjaan masih menyisakan 1,4 kilometer yang belum bisa dibetonisasi.

Sepanjang 300 meter di antaranya menjadi titik terparah di puncak perbukitan yang memerlukan penanganan khusus.

Pihaknya masih membutuhkan anggaran senilai Rp 6 miliar untuk membenahi senderan badan jalan, jembatan dan gorong-gorong, hingga betonisasi agar akses jalan penghubung dua kecamatan ini bisa dilalui mobil.

Baca juga: Dua Kecamatan di Kendal Kini Berstatus Zero Covid-19, Tempat Isolasi Terpusat Makin Sepi Pasien

Baca juga: Jumlah Penyelenggara PTM Terbatas Ditambah, Total Kini Ada 172 Sekolah di Kendal

Baca juga: Silakan Kalau Ingin Buka, Wisata di Kabupaten Kendal Wajib Isi dan Kirim Daftar Periksa Prokes

Baca juga: Terungkap Muasal Widodo Meninggal, Dihajar Temannya Sendiri di Sukorejo Kendal, Ini Kronologisnya

"Di sisa 2021 ini, kami hanya mendapatkan anggaran perubahan dari APBD Rp 200 juta."

"Untuk memperbaiki senderan saja enggak cukup."

"Kami berharap ada anggaran dari Banprov agar sisa jalan yang belum tersentuh bisa selesai tahun depan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (4/9/2021).

Sugiono melanjutkan, pembukaan jalan melalui perbukitan ini sudah dimulai sejak 2017.

Proyek pekerjaan diperkirakan sudah menelan anggaran Rp 50 miliar dari DAK, Banprov, dan APBD untuk melakukan betonisasi 25 kilometer jalan selebar 4 meter.

Sepanjang itu juga dilakukan perbaikan belasan gorong-gorong dan jembatan agar bisa dilalui mobil dari Kendal wilayah atas menuju Kota Kendal maupun sebaliknya.

"Di sisa 2021 ini, kami harapkan bisa melakukan senderan, perbaikan badan jalan di titik 300 meter, agar jalan bisa terhubung."

"Kemudian di 2022 kami usahakan betonisasi jalan 1,4 kilometer," ujarnya.

Selain membuka akses jalan di Desa Sojomerto-Kalices, tambah Sugiono, Pemkab Kendal juga membuka beberapa jalan penghubung Kendal bawah dan atas dari beberapa jalur.

Seperti contoh jalan penghubung Kecamatan Gemuh - Kecamatan Pageruyung di Desa Sojomerto dan Desa Kalibareng, Kecamatan Patean.

Kata Sugiono, akses jalan di atas perbukitan itu masih menyisakan 700 meter yang belum tergarap maksimal. 

Pihaknya baru mendapatkan alokasi anggaran Rp 473 juta yang diperkirakan cukup membenahi jalan sepanjang 292 meter.

"Untuk akses ini, target 2021 semua jembatan dan gorong-gorong selesai."

"Sehingga tahun depan bisa fokus pada betonisasi," tuturnya.

Menurut Sugiono, dua akses jalan yang digarap Pemkab Kendal nantinya menjadi jalan alternatif warga Kendal bawah dengan warga Kendal bagian atas. 

Khususnya wilayah Kecamatan Patean, Pageruyung, dan Sukorejo.

Jalan alternatif itu bakal memangkas 30 kilometer apabila warga Kota Kendal mengambil akses jalan memutar melalui Weleri-Sukorejo.

Sugiono berharap, jika akses jalan sudah selesai digarap, nantinya bisa mempermudah akses perekonomian masyarakat, pelayanan kesehatan, dan pemerintahan.

Terlebih bisa mendukung bangkitnya ekonomi para petani agar bisa menjualkan hasil panen ke Kota Kendal atau kabupaten/kota di sekitarnya.

"Tahun depan kami harap bisa selesai."

"Perekonomian antar kecamatan tidak perlu berputar ke Sukorejo lagi."

"Perekonomian di atas sampai bawah, bisa terhubung dengan membuka jalur yang terpotong," terangnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Bintang Yudha Daneswara menerangkan, masih ada 12 persen sisa jalan kabupaten yang masih rusak.

Pihaknya mendorong pemerintah setempat agar memprioritaskan ini supaya kondisi jalan di Kabupaten Kendal mantap pada 2022.

"Kami harapkan dilakukan betonisasi, terutama daerah-daerah yang tanahnya labil, banjir dan longsor."

"Betonisasi ini agar tidak kerja dua kali."

"Jadi kerjanya satu kali saja, namun bisa bertahan dalam waku yang lama," tuturnya. (*)

Baca juga: Mulai 6 September 2021 di Karanganyar, Warga Bisa Manfaatkan E-Pajak Daerah, Ini Beragam Fiturnya

Baca juga: Kemenag Karanganyar: Sekolah Madrasah Belum Diizinkan, Masih Tunggu Regulasi Belajar Tatap Muka

Baca juga: Kabar Gembira! Pemkab Kebumen Siapkan Rumah DP Nol Persen untuk THL, Dibangun Mulai 2022

Baca juga: Dukung Percepatan Zero Kasus Covid, Polres Kebumen Gencarkan Operasi Yustisi di setiap Kecamatan

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved