Berita Kudus
Prihatin Siswa Belajar di Musala, Ketua DPRD Kudus Janji Cari Dana Perbaikan SD 4 Prambatan Kidul
Ketua DPRD Kudus Masan berjanji ada alokasi anggaran untuk pembangunan gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah, termasuk SD 4 Prambatan Kidul.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Ketua DPRD Kudus Masan berjanji ada alokasi anggaran untuk pembangunan gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah, termasuk SD 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Ada tiga ruang kelas di sekolah ini yang rusak sehingga siswa harus belajar di musala sekolah dan ruang gedung serbaguna.
Di sekolah ini, dua kelas di antaranya atapnya sudah roboh. Satu kelas lain atapnya sudah lapuk dan berisiko tinggi ketika digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Saya akan mencoba mencari anggaran, apa pun akan saya potong buat membangun gedung sekolah karena jangan sampai, ada sekolahan lagi yang ambruk model kayak begini," kata Masan saat meninjau SD 4 Prambatan Kidul, Kamis (2/9/2021).
Baca juga: Atap Kelas Ambrol, Siswa SD 4 Prambatan Kidul Kudus Terpaksa Belajar Lesehan di Musala Sekolah
Baca juga: Vaksinasi dan PTM Digelar Bersama di Kudus: Fawwas Akhirnya Divaksin meski Sempat Takut Jarum Suntik
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ibu-ibu: Seragam Lama Sudah Tidak Muat
Baca juga: Level PPKM Turun, Pemkab Kudus Izinkan Tempat Wisata Buka dengan Syarat
Robohnya atap gedung di SD 4 Prambatan Kidul, kata Masan, menandakan kinerja Dinas Pendidikan setempat lemah. Tidak memiliki perencanaan baik.
"Tidak ada inventarisasi masalah. Gedung sekolah rusak berat, sedang, ringan, tidak ada daftar sehingga pola pembangunannya sepotong-sepotong," katanya.
Dia mengatakan, ada sekolah yang kondisi gedungnya masih layak malah mendapat alokasi anggaran gedung.
Sementara, sekolah yang kondisinya rusak parah malah tidak mendapat perhatian.
"Maka, sebagai DPRD yang mempunyai fungsi pengawasan dan anggaran, kami berharap, dinas kooperatif mampu membangun komunikasi," kata dia.
Untuk itu, Masan berharap agar dinas pendidikan segera menyusun daftar mana saja sekolah yang saat ini kondisinya rusak berat, sedang, dan ringan.
Dengan adanya data yang valid tersebut maka akan ada skala prioritas dalam pembangunan gedung sekolah.
"Saya minta data sekolah rusak berat, sedang, ringan. Di perubahan APBD yang kondisi parah segera perbaiki. Ada uang atau tidak, akan kami usahakan," katanya.
Baca juga: Sebelum Kejadian, Penusuk Ibu Muda di Bakal Banjarnegara Terpotret Tunggu Korban Dekat Gapura Dusun
Baca juga: 1,19 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tiba, Kemenkes Targetkan September Vaksinasi Tembus 2,3 Juta Per Hari
Baca juga: Peringati Hari Jadi Ke-73, Polwan Purbalingga Nyatakan Dukung Percepatan Penanganan Covid
Baca juga: Sebelum Ditangkap, Pelaku Pembunuhan di Bakal Banjarnegara Alami Kecelakaan
Sementara itu, Kepada Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kudus, Moh Zubaedi mengatakan, pihaknya segera melakukan pendataan sekolah rusak yang ada di Kudus.
Pihaknya akan melibatkan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan dalam pendataan tersebut. Dia berharap, pekan depan data sudah siap.
Tidak hanya SD, pendataan juga dilakukan untuk SMP. Sebab, tidak menutup kemungkinan, ada SMP di Kudus yang kondisinya rusak.
"Dalam rangka mendapatkan data yang akurat kami libatkan semua pihak. Korwil kami ajak omong biar korwil mengutus semua pengawas di wilayahnya untuk mendata. Kami akan koordinasi kepala sekolah. Bisa dimungkinkan SMP ada yang rusak," katanya. (*)