Berita Kudus
Atap Kelas Ambrol, Siswa SD 4 Prambatan Kidul Kudus Terpaksa Belajar Lesehan di Musala Sekolah
Keceriaan tetap terpancar dari siswa kelas 3 SD 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, saat mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Keceriaan tetap terpancar dari siswa kelas 3 SD 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, saat mengikuti pembelajaran tatap muka, Rabu (1/9/2021).
Padahal, proses belajar mengajar tak digelar di kelas melainkan di musala sekolah.
Mereka terpaksa mengikuti pelajaran secara lesehan lantaran ruang kelas tak bisa digunakan karena atap roboh.
Untuk menyimak penjelasan guru yang ada di tengah, siswa duduk melingkar. Tentu saja, karena musala yang ada juga tak luas, jarak antar siswa saat duduk tak terlalu jauh.
Satu di antara siswa yang belajar di musala, Miftahul Akbar, mengakui, sebenarnya tidak terlalu nyaman belajar sambil lesehan.
Baca juga: Tolak Vaksinasi untuk Siswanya, SMP IT di Kudus Diminta Buat Surat Pernyataan Resmi
Baca juga: Vaksinasi dan PTM Digelar Bersama di Kudus: Fawwas Akhirnya Divaksin meski Sempat Takut Jarum Suntik
Baca juga: PTM dan Vaksinasi Pelajar Digelar Bersamaan, Semisal di SMPN 1 Kudus, Tahap Pertama 266 Dosis
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ibu-ibu: Seragam Lama Sudah Tidak Muat
Dia merasa kesulitan ketika harus menulis materi pelajaran karena tidak ada meja.
"Tidak ada mejanya jadi susah nulis," keluh Akbar saat ditemui, Rabu.
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang berlangsung sejak Senin (30/8/2021) di Kudus menjadi momentum yang dinantikan oleh sejumlah siswa.
Sebab, setahun lebih sejak pandemi Covid-19, para siswa harus belajar secara daring dari rumah.
Namun, sejumlah siswa di SD 4 Prambatan Kidul harus menelan kenyataan pahit.
Saat pembelajaran tatap muka secara terbatas boleh dilakukan, justru sekolah mereka tak bisa digunakan karena atapnya roboh.
Di sekolah tersebut, ada tiga kelas yang rusak. Yakni kelas 1, 2, dan kelas 3.
Untuk kelas 1 dan kelas 3 atapnya roboh. Sementara, atap kelas 2 sudah terlalu rapuh sehingga berbahaya ketika kelas digunakan untuk belajar.
"Atap kelas 2 sangat memprihatinkan. Jadi, tidak boleh kami gunakan untuk aktivitas. Sudah saya sangga sampai lapuk sehingga kami memanfaatkan lokal yang ada untuk PTM ini," kata Kepala SD 4 Prambatan Kidul, Himawanto.
Atap kelas 1 roboh pada Desember 2020. Sebulan kemudian, Januari 2021, disusul atap kelas 3 ambrol.