Berita Kudus

Vaksinasi dan PTM Digelar Bersama di Kudus: Fawwas Akhirnya Divaksin meski Sempat Takut Jarum Suntik

Seorang siswa SMP NU Al Maruf Kudus menutup lengan kirinya menggunakan telapak tangan, saat petugas berusaha menyuntikkan vaksin Covid-19.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Fawwas Emilulfata? (14), siswa kelas IX SMP NU Al Maruf, Kudus, menutupi lengannya saat akan menerima vaksin Covid-19 di sekolahnya, Selasa (31/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Seorang siswa kelas IX SMP NU Al Maruf, Fawwas Emilulfata‎ (14), menutup lengan kirinya menggunakan telapak tangan, saat petugas berusaha menyuntikkan vaksin Covid-19, Selasa (31/8/2021).

Fawwas pun harus dirayu dan dipegangi seorang guru agar petugas medis dari Puskesmas Jati sukses menyuntikkan vaksin.

Setelah diminta menengok ke arah berlawanan, petugas langsung menyuntikkan vaksin ke lengan kiri Fawwas.

Ditemui seusai vaksinasi, Fawwas mengaku, sejak semalam sudah ragu berangkat ke sekolah karena ada vaksinasi sebelum pembelajaran tatap muka (PTM).

"Dari semalam sudah ragu-ragu, takut disuntik," ungkapnya.

Baca juga: PTM dan Vaksinasi Pelajar Digelar Bersamaan, Semisal di SMPN 1 Kudus, Tahap Pertama 266 Dosis

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Mulai Digelar, Pasar Kliwon Kudus Diserbu Ibu-ibu: Seragam Lama Sudah Tidak Muat

Baca juga: Level PPKM Turun, Pemkab Kudus Izinkan Tempat Wisata Buka dengan Syarat

Baca juga: PTM Digelar Pekan Depan, Bupati Kudus: Peserta Didik Dilarang Gunakan Masker Scuba

Dia mengatakan, ketakutannya terhadap jarum suntik ternyata keliru karena tidak merasakan sakit.

"Nggak sakit tadi waktu disuntik. Senang rasanya sudah divaksin," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP NU Al Maruh, Miftah, ‎mengatakan, vaksinasi tersebut digelar untuk siswa kelas IX, sebanyak 283 orang.

Sedangkan siswa lain, akan divaksin secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan vaksin di Puskesmas Jati.

"Total murid di sini ada 800 anak tapi yang divaksin baru 283 orang karena ketersediaan vaksin," ujarnya.

Pihaknya, mendukung arahan program pemerintah untuk pelaksanaan vaksinasi guna menunjang PTM.

"‎Harapannya, kerjasama ini bisa terus berjalan untuk menunjang pelaksanaan PTM," kata dia.

‎Sementara itu, Kepala Puskesmas Jati Amad Mochamad mengaku menerjunkan dua tim yang terdiri dari 18 orang untuk pelaksanaan vaksinasi kepada 283 siswa.

"Vaksin yang dipakai ini Sinovac," ujar dia.

Baca juga: Peduli Anggota, KORPRI Cilacap Serahkan Dana Sosial Rp 20 Juta ke Ahli Waris Kasatpol PP

Baca juga: Bupati Banyumas Umumkan Penurunan Level PPKM Jadi 3, Ini Sejumlah Sektor yang Dilonggarkan

Baca juga: Wanita dengan Luka Tusuk di Bakal Banjarnegara Diduga Dianiaya Suami, Sudah Sebulan Pisah Ranjang

Baca juga: Masih Temukan Siswa Naik Angkot saat PTM Terbatas, Gubernur Ganjar: Secara Umum Sudah Bagus

Senin (30/8/2021) kemarin, pihaknya sudah melakukan vaksinasi kepada 208 siswa SMPN 2 Jati.

"Rencana vaksinasi kemarin sebenarnya kepada 260 anak tapi ‎ada beberapa yang belum datang dan ada yang sakit, jadi belum," ucapnya.

‎Pihaknya terus mengedukasi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan PTM agar segera memvaksin siswanya.

"Tujuannya agar segera terbentuk kekebalan kelompok yang seharusnya tercapai 30 persen," kata dia. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved