Selasa, 14 April 2026

Berita Jawa Tengah

PTM Digelar Pekan Depan, Bupati Kudus: Peserta Didik Dilarang Gunakan Masker Scuba

Hartopo mewajibkan setiap sekolah memiliki Satgas Covid-19 yang bertugas maksimal dalam pengawasan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meninjau simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 4 Kudus, Jumat (27/8/2021).

Dalam kesempatan itu dimanfaatkan olehnya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang berlangsung di sekolah.

Dalam tinjauan tersebut, Hartopo menyempatkan diri untuk menyapa para siswa sembari mengampanyekan protokol kesehatan.

Baca juga: Di Kudus, Pembelajaran Tatap Muka Digelar Serentak Pekan Depan

Baca juga: SD Negeri 1 Jepang Kudus Mulai Gelar Uji Coba PTM: Siswa Pakai Pakain Bebas karena Seragam Tak Muat

Baca juga: Copot Jabatan Diantoro Teguh Imanto! Karena Ini Warga Kesal Kepada Kadus III Desa Lau di Kudus

Baca juga: Kudus Sudah Turun Level Tapi Wisata Belum Juga Dibuka, Ini Penjelasan Disbudpar

Tidak hanya itu, Hartopo juga memberi rambu-rambu kepada siswa saat di rumah juga menerapkan protokol kesehatan.

Simulasi PTM yang saat ini berlangsung memang tidak menyasar seluruh sekolah.

Simulasi hanya berlangsung di SMP Negeri 4 Kudus, SMP Negeri 2 Mejobo, dan SD Negeri 1 Jepang.

Hartopo mewajibkan setiap sekolah memiliki Satgas Covid-19 yang bertugas maksimal dalam pengawasan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Seperti mengawasi setiap siswa atau siapapun yang masuk lingkungan sekolah harus mengenakan masker.

Hartopo melarang masker jenis scuba dikenakan di lingkungan sekolah.

"Dia (Satgas Covid-19 di sekolah) harus menyeleksi siapapun yang masuk sekolah harus dipastikan pakai masker dan jangan scuba," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/8/2021).

Ketika ada yang hendak memasuki lingkungan sekolah, Satgas melakukan pengecekan suhu tubuh serta menyediakan tempat cuci tangan menggunakan air mengalir lengkap dengan sabunnya.

"Dipastikan kalau screening yang masuk ke sekolah suhunya di atas 37 derajat Celcius, ada tempat untuk observasi."

"Setengah jam dicek lagi masih, ditindaklanjuti testing antigen."

"Di sekolah dipastikan jarak," tandas dia.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kudus, Dedi Triaprianto berkata, pada simulasi ini hanya 50 persen siswa yang masuk.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved