Breaking News:

Berita Nasional

Siswa Tak Wajib Sudah Vaksin, Mendikbud Ristek Dorong PTM Digelar di Wilayah Level 1-3 PPKM

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim memastikan, vaksinasi siswa bukan syarat utama menggelar sekolah tatap muka.

Editor: rika irawati
kompas.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim memastikan, vaksinasi siswa bukan syarat utama menggelar sekolah tatap muka.

Dia pun mendorong, sekolah di level 1-3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal ini disampaikan Nadiem dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

"Yang boleh melakukan tatap muka adalah semua di PPKM 1 sampai 3. Itu boleh. Dan vaksinasi tidak menjadi kriteria, harus menunggu vaksinasi dulu untuk boleh," kata Nadiem dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: DPRD Kabupaten Semarang Pantau Uji Coba PTM, Joko Sriyono: 97 Persen Orangtua Sudah Mengizinkan

Baca juga: Gubernur Ganjar Ingatkan Uji Coba PTM Harus Seizin Pemprov: Tak Lapor, Kami Tutup

Baca juga: Diduga Beri Peringatan Soal Larangan PTM, Wali Kota Solo Tinggalkan Mobil Dinas di SMK 2 Batik

Baca juga: Disdik Kota Semarang Targetkan Buka PTM Paling Lambat September, Berlaku Jenang TK-SMP Negeri

Kendati demikian, menurut Nadiem, opsi tatap muka harus dilakukan dengan persyaratan, yakni vaksinasi bagi semua guru dan tenaga pendidik di sekolah.

Persyaratan vaksinasi, menurut Nadiem, hanya diwajibkan bagi tenaga pendidik.

Ia juga mendorong kota-kota besar di daerah PPKM Level 3 yang laju vaksinasinya sudah cepat, misalnya seperti DKI Jakarta atau Surabaya, segera melakukan PTM.

"Tetapi, di level 1-3, ada yg wajib, memberikan opsi tatap muka. Yang wajib itu kriterianya itu kalau guru dan tenaga kependidikan sudah vaksinasi dua kali. Mereka yang wajib," ujar dia.

Nadiem juga mengatakan, opsi PTM juga sudah diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri terkait panduan pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Ia pun mendorong pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat mendorong PTM, khususnya di wilayah PPKM Level 1-3.

"Jadi, bagi yang (daerah PPKM) level 1 sampai 3 yang belum tatap muka, mohon juga masyarakat mendesak untuk pemdanya untuk bisa melaksanakannya," ucap dia.

Baca juga: Masih Pendataan, Baznas Kabupaten Semarang Bakal Jamin Pendidikan Anak Yatim akibat Covid sampai SMA

Baca juga: Serbuan Vaksinasi Covid di Tegal Berlangsung hingga Kamis, Tersedia 30 Ribu Dosis Vaksin Sinovac

Baca juga: Tak Pakai Masker, Kerumunan di Depan Kios Tembaku di Pasar Patimuan Cilacap Dibubarkan Polisi

Baca juga: Belum Dapat Jadwal Pertandingan di Liga 1, PSIS Putuskan Perpanjang Latihan di Kota Semarang

Nadiem juga memahami apabila sekolah membutuhkan waktu untuk mengisi daftar periksa dalam rangka pembukaan sekolah.

"Banyak sekolah mungkin membutuhkan 1 sampai 2 pekan untuk menyelesaikan daftar periksanya, mendapatkan dokumentasi, perizinan misalnya dari komite sekolah dan lain-lain. Jadi, itu memang wajar," ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nadiem: Belajar Tatap Muka Boleh Digelar di Daerah PPKM Level 1-3".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved