Berita Semarang

Masih Pendataan, Baznas Kabupaten Semarang Bakal Jamin Pendidikan Anak Yatim akibat Covid sampai SMA

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang bakal menanggung biaya pendidikan anak yatim akibat Covid-19.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Staf Ahli Bupati Semarang Suratno simbolis menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga difabel di Kantor Baznas Kabupaten Semarang, Rabu (25/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang bakal menanggung biaya pendidikan anak yatim akibat Covid-19.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang Munashir mengatakan, jaminan biaya pendidikan diberikan sampai anak-anak tersebut lulus SMA atau sederajat.

"Sudah kami perintahkan petugas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap kecamatan untuk mendata para anak yatim itu. Kami tunggu hasilnya sampai pertengahan September nanti," terangnya seusai acara penyaluran dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kantor Baznas Kabupaten Semarang, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: DPRD Kabupaten Semarang Pantau Uji Coba PTM, Joko Sriyono: 97 Persen Orangtua Sudah Mengizinkan

Baca juga: SD dan SMP di Kabupaten Semarang Mulai Uji Coba PTM, Berikut Penerapannya

Baca juga: Geruduk Kantor Bupati Semarang Bawa Surat Lamaran, Karyawan Tempat Karaoke Bandungan Daftar PNS

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Lempar Batu di Jalur Semarang-Kendal, Tertangkap di Taman Lele

Menurut Munashir, untuk sementara, jaminan dana pendidikan yang dijamin Bazna diprioritaskan bagi anak yatim karena orangtua meninggal dunia akibat Covid-19.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan, jaminan diberikan kepada anak yang kehilangan orangtua bukan karena Covid-19.

Nantinya, data calon penerima jaminan akan diverifikasi agar tepat sasaran.

"Pada tahap awal, Baznas menetapkan tiga anak yatim di tiap kecamatan. Dana pendidikan yang ditanggung adalah biaya sekolah atau SPP per bulan. Para santri di pondok pesantren juga akan diperlakukan sama jika memenuhi kriteria," katanya.

Dia menyatakan, apabila nanti, dari hasil pendataan, jumlah anak penerima melebihi kuota, Baznas akan menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau institusi lain.

Sedangkan bantuan lain, semisal alat sekolah, akan diberikan apabila anak memang tidak mampu membeli.

"Kami juga mengingatkan pengelola UPZ kecamatan untuk mencari anak yatim yang benar-benar membutuhkan dan menghindari nepotisme," ujarnya. (*)

Baca juga: Serbuan Vaksinasi Covid di Tegal Berlangsung hingga Kamis, Tersedia 30 Ribu Dosis Vaksin Sinovac

Baca juga: Tak Pakai Masker, Kerumunan di Depan Kios Tembaku di Pasar Patimuan Cilacap Dibubarkan Polisi

Baca juga: Belum Dapat Jadwal Pertandingan di Liga 1, PSIS Putuskan Perpanjang Latihan di Kota Semarang

Baca juga: Pemuda asal Jambean Kendal Tewas setelah Ditemukan di Kebun dengan Wajah Lebam

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved