Breaking News:

Berita Solo

Kasus Kematian Ibu Melahirkan Rendah, Pemkot Solo Belum Rencanakan Vaksin Covid untuk Ibu Hamil

Tingkat keselamatan ibu melahirkan di Kota Solo tinggi. Kondisi ini membuat pemkot belum memprioritaskan pelaksanaan vaksin Covid-19 bagi ibu hamil.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
Summer Photographer via Kompas.com
Ilustrasi ibu menyusui. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Tingkat keselamatan ibu melahirkan di Kota Solo tinggi. Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solo, selama bulan Januari-Juni 2021, ada 4.833 kelahiran.

Dari jumlah itu, hanya ada 1 ibu yang meninggal dunia saat proses persalinan.

"Angka kelahiran tahun 2021 tidak jauh berbeda dari tahun 2020. Pada semester 1 atau hingga akhir Juni, ada 4.833 kelahiran," ucap Kepala DPPKB Kota Solo, Purwanti, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Bikin Resah Warga Lewat Aksi Balap Liar, 16 Pemuda Diamankan Tim Sparta di Ring Road Mojosongo Solo

Baca juga: Malam-malam, Pasukan Polisi Bersenjata Lengkap Datangi RSUD Dr Moewardi Solo. Apa yang Terjadi?

Baca juga: Nakes di RSUD Ngipang Solo Dapat Ancaman dari Keluarga Pasien Covid, Begini Duduk Perkaranya

Baca juga: Keliling Bawa Bronjong, Kapolsek Pasar Kliwon Solo Bagikan Sembako ke Warga Terdampak PPKM Darurat

DPPKB mencatat, angka kelahiran selama tahun 2020 mencapai 9.367. Pada tahun tersebut, ada empat ibu yang meninggal dunia.

"Kalau kita asumsikan, bila data tahun 2021 kita kalikan 2, itu nanti hasilnya hampir sama. Kalau tingkat keselematan ibu melahirkan itu bisa dilihat dari kematian ibu. Kami dapat dari Dinas Kesehatan, hingga Juni 2021, ada 1 (kasus kematian pada ibu melahirkan)," jelasnya.

Puwanti mengatakan, pihaknya rutin melakukan pendampingan secara khusus kepada ibu-ibu hamil.

Selain untuk menjaga keselamatan saat persalinan, pendampingan ini juga bertujuan mencegah stunting.

"Kami kuati sekali program keselamatan ibu melahirkan. Dimulai dari perencana kehamilan hingga perencanaan persalinan, apalagi di masa pandemi ini," ungkapnya.

Selama masa pandemi, menurut dia, pemeriksaan sudah harus dijadwalkan dengan tenaga kesehatan. Sehingga, nanti tidak terjadi kerumunan saat melakukan pemeriksaan di puskesmas, rumah sakit, atau Klinik.

"Termasuk juga pemisahan pelayanan. Jadi, puskesmas sudah memisahkan pelayanan orang sakit dan orang sehat. Ibu dan anak kan masuk kategori golongan sehat," jelasnya.

Baca juga: Purbalingga Berstatus PPKM Level 3, Dandim: Jangan Sampai Kendor, Tugas Kita Belum Berakhir

Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Permohonan Surat Kematian di Kabupaten Tegal Ikut Naik. Sehari, 40-50 Pemohon

Baca juga: Sisir Jalan di Purwokerto, Anggota Komunitas Antilapar Bagikan Nasi Bungkus ke Warga Terdampak PPKM

Baca juga: Harga Tabung Oksigen di Pekalongan Tembus Rp 6,8 Juta, Apotek Klaim Harga Mahal dari Distributor

"Jadi, pemeriksaan ibu hamil dan imunisasi terpisah dengan kunjungan sakit atau yang periksa karena sakit," tambahnya.

Menurutnya, saat ini, Kota Solo belum memprogramkan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil.

"Kami, dari BKKBN, akan mengawal ibu hamil dan ibu menyusui dan memastikan mereka mendapatkan vaksin," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved