Breaking News:

Berita Banyumas

Sisir Jalan di Purwokerto, Anggota Komunitas Antilapar Bagikan Nasi Bungkus ke Warga Terdampak PPKM

Komunitas Antilapar Purwokerto yang beranggotakan anak-anak muda, menggelar 'Operasi Lapar', Senin (26/7/2021) malam.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Komunitas Antilapar Purwokerto
Anggota Komunitas Antilapar Purwokerto menyerahkan nasi bungkus ke tukang becak dalam Operasi Lapar, Senin (26/7/2021) malam. Bantuan ini diberikan kepada warga terdampak PPKM. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Komunitas Antilapar Purwokerto yang beranggotakan anak-anak muda, menggelar 'Operasi Lapar', Senin (26/7/2021) malam.

Mereka mengintensifkan gerakan pembagian nasi rames bagi masyarakat yang membutuhkan selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Nyaris, setiap malam, mereka berkeliling ke berbagai sudut Kota Purwokerto untuk membagikan makanan.

Salah seorang relawan Operasi Lapar, Sutrisno atau lebih akrab disapa Kang Tris menjelaskan, Operasi Lapar merupakan gerakan dari masyarakat yang peduli terhadap mereka yang memiliki ekonomi lemah.

"Operasi Lapar ini sudah dilakukan lama, cuma lebih intensif selama PPKM ini. Sebenarnya, kami cuma membagikan nasi bungkus, kalau teman-teman itu nyebutnya Rames," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Pegawai di Sektor Jasa Keuangan di Banyumas Mulai Mendapat Vaksin Covid, Sasar 2.591 Orang

Baca juga: Curhatan Achmad Husein Soal Oksigen Ditanggapi Ganjar, Janji Tempatkan Satu Isotank di Banyumas

Baca juga: Kapolresta Banyumas Borong Semua Makanan Pedagang, Setelahnya Diberi Sembako dan Disuruh Pulang

Baca juga: Angka Kematian Karena Covid-19 Masih Tinggi di Banyumas, Sehari Ada 23 Jiwa

Meski hanya sebungkus nasi rames, nyatanya, niat baik tersebut mendapat sambutan hangat dari mereka yang membutuhkan. Mulai dari tukang becak, tukang ojek, tuna wisma, ataupun kaum duafa lain.

Operasi Lapar sendiri digelar memilih waktu malam hari.

Setiap operasi, para Rames Ranger menyiapkan antara 75-100 nasi bungkus, tergantung dana yang terkumpul.

Mengenai pendanaan, Kang Tris mengungkapkan, rames yang dibagikan berasal dari iuran anggota maupun donatur.

"Kebanyakan iuran. Jadi, kalau ada teman-teman dari kalangan sendiri yang punya rejeki lebih memberi iuran, uangnya kami belanjakan. Kami juga ada beberapa tim, setiap hari ada saja gerakan yang dilakukan," terangnya.

Kang Tris pun mengajak masyarakat, khususnya yang memiliki rejeki lebih, untuk lebih peka terhadap situasi lingkungan sekitar.

"Mari saling jaga keluarga, jaga tetangga. Kita harus membuka mata bahwa di sekeliling kita banyak yang terdampak," tambahnya.

Secara terbuka Kang Tris juga mempersilakan masyarakat yang ingin ikut berbagi ataupun langsung terjun dalam Operasi Lapar untuk langsung menghubungi melalui Instagram mereka di @operasilapar. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Harga Tabung Oksigen di Pekalongan Tembus Rp 6,8 Juta, Apotek Klaim Harga Mahal dari Distributor

Baca juga: Bantu Warga Terdampak PPKM, Polres Kebumen Bagi-bagi Beras

Baca juga: Warga Kota Tegal Ini Maafkan Pengemudi Ojek Online yang Curi Etalase setelah Dengar Alasan Ekonomi

Baca juga: 18.936 Keluarga di Salatiga Mulai Terima Bantuan Beras dari Kemensos, Masing-masing Terima 10 Kg

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved