Teror Virus Covid
Sembuh dari Covid tapi Masih Bergejala? Ini Saran Pemulihan dari Dokter Paru RS Mardi Rahayu Kudus
Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh masih dimungkinkan mengalami gejala setelah menjalani isolasi selama dua pekan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh masih dimungkinkan mengalami gejala setelah menjalani isolasi selama dua pekan. Bahkan, gejala yang dialami bisa mencapai berbulan-bulan.
Hal itu disampaikan dokter spesialis paru RS Mardi Rahayu Kudus, dr Luluk Adipratikto, dalam web seminar (webinar), Sabtu (24/7/2021).
"Faktanya, tidak semua pasien Covid, sembuh dalam dua pekan meskipun bergejala ringan dan tidak memerlukan perawatan," ujar dia, dalam webinar bertema 'Sudah Sembuh Dari Covid Tapi Masih Ada Keluhan?'.
Baca juga: 2 Perusahaan di Kudus Kena Tegur, Ada Pegawai Tak Pakai Masker di Lingkungan Pabrik
Baca juga: Berharap Ikuti Jejak Alan, 4 Pebulutangkis PB Djarum Kudus Ditarget Medali Emas di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Lantik 18 Pengawas Sekolah, Bupati Kudus Minta Pengawasan BOS Diperketat
Baca juga: Polres Kudus Serahkan Bantuan Kepada Dua Ponpes, Berisi 200 Kg Beras dan 20 Paket Sembako
Luluk menyebutkan, mulai dari pasien yang bisa sembuh kurang dari dua minggu, disebut dengan Covid Pendek.
Sedangkan pasien yang sembuh di antara rentang waktu dua sampai 12 minggu, disebut sindrom kronis pasca Covid.
"Kalau masih mengalami keluhan sampai lebih dari 12 minggu, disebut dengan sindrom kronis pasca Covid," ujarnya.
Menurutnya, sejumlah organ yang terdampak di antaranya paru-paru, jantung, otot, ginjal, dan pengentalan pada pembuluh darah.
Sehingga, tak heran, beberapa kasus penyintas Covid merasakan mudah kelelahan saat beraktivitas.
"Karena biasanya, virus menyerang ke beberapa organ yang setiap orang kondisinya berbeda," ujar dia.
Untuk penanganannya, kata dia, tidak cukup satu dokter tapi bisa dikonsultasikan kepada beberapa dokter sekaligus.
"Penanganannya, bisa dengan pengobatan simptomatis, pengobatan spesifik, dan rehabilitasi atau fisioterapis," katanya.
Selain pengobatan, kata dia, penanganan secara mandiri juga bisa dilakukan lewat relaksasi dan istirahat yang cukup.
Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terimbas PPKM Darurat, Begini Prosedur Pembatalan Tiketnya
Baca juga: Gowes ke Sumurboto Semarang, Gubernur Ganjar Borong Dagangan PKL dan Ingatkan Prokes
Baca juga: Donatur Berkurang, Konsevasi Penyu di Pantai Sodong Cilacap Andalkan Swadaya Kelompok Nagaraja
Baca juga: Kapolresta Banyumas Kirim Sambako dan Vitamin bagi Jurnalis yang Jalani Isoman akibat Positif Covid
Kemudian, menerapkan pola makan dan hidup yang sehat agar penyembuhan bisa berjalan lancar.
"Lebih banyak bahagia dan bersyukur terhadap kondisi saat ini karena banyak penderita Covid yang tidak bisa sembuh," kata dia.
Sementara itu, dokter spesialis jantung RS Mardi Rahayu dr Dedie Setiadi membenarkan informasi Covid-19 tak hanya menyerang paru-paru.