Berita Cilacap
Donatur Berkurang, Konsevasi Penyu di Pantai Sodong Cilacap Andalkan Swadaya Kelompok Nagaraja
Seperti yang dilakkan Jumat (23/7/2021), mereka melepas liar 62 ekor penyu jenis lekang (Lepidochelys olivacea) berusia 9 bulan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada kegiatan konservasi penyu di pesisir pantai Cilacap.
Berkurangnya pengunjung dan donasi membuat kegiatan konservasi di kala pandemi makin terhambat.
Inilah yang dirasakan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja, Cilacap.
Meski begitu, mereka tetap berusaha agar misi penyelamatan penyu tetap terlaksana.
Seperti yang dilakukan Jumat (23/7/2021), mereka melepas liar 62 ekor penyu jenis lekang (Lepidochelys olivacea) berusia 9 bulan.
Baca juga: Begini Cara Kelompok Konservasi Nagaraja Selamatkan Penyu di Cilacap, Termasuk Gandeng Pertamina
Baca juga: Lagi, Ditemukan Bangkai Penyu di Pantai di Cilacap. Ini Ajakan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja
Baca juga: Pesan Gubernur Ganjar di Cilacap: Jangan Kasus Menurun Karena Tesnya, Harus Semua Indikator
Baca juga: Banjir di Cilacap Dipicu Gangguan Cuaca, BMKG: Tetap Waspada, Potensi Terjadi Minimal Tiga Hari
Saat ini, masih ada 95 ekor penyu di penangkaran dan menunggu dilepaskanliarkan.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan, mengatakan, keterbatasan dana membuat anggota tak berhenti bergerak.
"Sekarang swadaya dari kelompok dan operasional tergantung jumlah tukik. Karena, biaya pakan dan sebagainya, sehari bisa Rp 50 ribu," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Biasanya, mereka mendapat bantuan dana dari donasi pengunjung Pantai Sodong di Kecamatna Adipala.
Donasi tersebut kemudian dimanfaatkan memenuhi berbagai operasional konservasi penyu.
Di antaranya, membeli bahan pokok yang kemudian diserahkan kepada warga setempat yang menemukan telur-telur penyu.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesediaan warga menyerahkan telur penyu ke penangkaran karena tidak dimungkiri, ada pula warga yang memburu telur-telur penyu untuk alasan ekonomi.
Satu telur penyu lekang dihargai Rp 4 ribu. Biasanya, warga sembunyi-sembunyi saat melakukan jual beli, termasuk jual beli online.
"Artinya, masih ada perburuan, masyarakat menganggap telur penyu untuk obat stamina. Padahal, secara medis, tidak dibenarkan," imbuhnya.
Penyu lekang biasanya bertelur di sepanjang Pantai Sodong hingga Pantai Jetis.