Breaking News:

Berita Kudus

2 Perusahaan di Kudus Kena Tegur, Ada Pegawai Tak Pakai Masker di Lingkungan Pabrik

Dua perusahaan di Kudus mendapatkan teguran karena mengabaikan prokes. Mereka pun diminta memberi sanksi internal bagi pegawai yang tak taat prokes.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Ilustrasi. Buruh rokok Djarum yang bekerja sesuai dengan protokol kesehatan ketat. Foto diambil 29 April 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dua perusahaan di Kudus mendapatkan teguran karena mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Mereka pun diminta menyiapkan sanksi bagi oknum pegawai yang mengabaikan prokes.

Pelanggaran prokes ini diketahui saat Pemkab Kudus melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan yang ada, mulai Senin (12/7/2021) lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperinkop UKM) Kudus, Rini Kartika, mengatakan, temuan pelanggaran itu berupa adanya pegawai yang tak memakai masker di lingkungan pabrik.

"Sanksinya nanti dari perusahaan sebagai pemberi kerja. Kami imbau perusahaan mengingatkan pegawainya," ucap dia, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Berharap Ikuti Jejak Alan, 4 Pebulutangkis PB Djarum Kudus Ditarget Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Lantik 18 Pengawas Sekolah, Bupati Kudus Minta Pengawasan BOS Diperketat

Baca juga: Polres Kudus Serahkan Bantuan Kepada Dua Ponpes, Berisi 200 Kg Beras dan 20 Paket Sembako

Baca juga: Diterjang Hujan, 21 CCTV Milik Dishub Kudus Rusak. Dishub: Maaf, Informasi Kecelakaan Tak Terekam

Rini menyebutkan, perusahaan yang kena tegur itu termasuk dalam perusahaan berskala kecil.

Sementara, hasil sidak di perusahaan berskala besar, belum ditemukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Sampai sekarang, kami sudah melakukan sidak terhadap sekitar 20 perusahaan besar dan hasilnya tidak ditemukan pelanggaran," ujarnya.

Selain ketentuan protokol kesehatan, perusahaan juga sudah menerapkan work from home (WFH) bagi sebagian pegawainya.

Setiap pegawai yang bekerja di rumah juga tetap memperoleh upah tunggu sesuai kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja.

"Gaji atau upah pekerja yang WFH pada bagian produksi, besarannya sesuai kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja di perusahaan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved