Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Fakta di Kota Tegal - Banyak Warga Minta Surat Vaksin Tapi Ogah Disuntik, Biar Dapat Bansos

Mereka meminta surat keterangan vaksin, karena menjadi persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial tunai (BST). 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono meninjau vaksinasi massal yang diselenggarakan Kantor OJK Tegal di RSUI Harapan Anda Tegal, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Puskesmas Sumurpanggang Kota Tegal banyak menemui masyarakat yang meminta surat keterangan vaksin namun enggan untuk disuntik vaksin Covid-19. 

Kejadian itu berlangsung dalam dua hari terakhir.

Mereka meminta surat keterangan vaksin, karena menjadi persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial tunai (BST). 

Baca juga: Polres Tegal Bekuk Komplotan Pencuri Mobil Pikap: Beraksi Dini Hari, Sasar Mobil di Halaman

Baca juga: Wali Kota Tegal: Aturan Masih Sama, Belum Ada Pelonggaran Hingga 25 Juli 2021

Baca juga: Vaksinasi Massal Pegawai Perbankan Dimulai di Kota Tegal, Target Sasaran 1.770 Orang

Baca juga: 46 Ruas di Kota Tegal Masih Ditutup Hingga 25 Juli 2021, Berikut Data Lengkapnya

Kepala Puskesmas Sumurpanggang, dr Wahidin mengatakan, banyak masyarakat yang datang ke tempat vaksin hanya ingin meminta surat keterangan vaksin

Tetapi mereka tidak mau untuk divaksin. 

Hal itu sempat terjadi di beberapa tempat vaksinasi seperti di Kelurahan Kalinyamatkulon, Margadana, dan Sumurpanggang. 

Di tiap kelurahan tersebut, ada sekira 10 orang yang datang hanya meminta surat keterangan vaksin

"Alasannya macam-macam."

"Katanya divaksin nanti mati, nanti kayak gini."

"Kami melihat bahwa dia sudah termakan hoaks terkait vaksin," kata Wahidin kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (23/7/2021). 

Wahidin menegaskan, Puskesmas tidak akan mengeluarkan surat keterangan vaksin jika masyarakat tersebut belum disuntik vaksin Covid-19. 

Dia mengatakan, vaksinasi merupakan upaya untuk menjaga diri dan masyarakat lain dari potensi terpapar Covid-19. 

Masyarakat jangan mau termakan oleh hoaks. 

Wahidin mengatakan, tujuan dari vaksinasi adalah untuk memperkuat imun tubuh. 

Sehingga masyarakat bisa melindungi diri, masyarakat sekitar, dan keluarga. 

"Karena itu segeralah divaksin. Ini untuk melindungi diri, melindungi masyarakat sekitar, dan melindungi keluarga," ungkapnya. 

Wahidin mengatakan, ada pengecualian bagi masyarakat yang kondisi kesehatannya memang tidak layak divaksin Covid-19. 

Seperti lansia sepuh yang hanya tergeletak di rumah. 

Mereka akan dibuatkan surat dengan keterangan kondisi kesehatannya sudah tidak layak vaksin

Sementara bagi masyarakat yang memiliki penyakit diabetes dan darah tinggi, akan melalui screening kesehatan terlebih dahulu. 

Jika saat itu darah tinggi dan diabetesnya sedang tinggi, akan diarahkan berobat terlebih dahulu di Puskesmas. 

Kemudian satu hingga dua hari ke depannya setelah meminum obat, bisa mendaftar vaksinasi kembali. 

"Nanti satu hingga dua hari setelah meminum obat, masyarakat tersebut bisa datang lagi untuk mendaftar vaksinasi Covid-19."

"Nantinya akan kami cek lagi," jelasnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Hari Pertama Iduladha di Banyumas, RPH di Purwokerto Batasi Kuota Pemotongan Sapi 60 Ekor/Hari

Baca juga: Cinta Ditolak Kekerasan Dilakukan, Pelaku Setubuhi Paksa Gadis Bawah Umur di Purwokerto

Baca juga: Polisi Amankan Buruh di Purbalingga. Saat Digeledah, Ada 25 Paket Hexymer Siap Edar

Baca juga: 784 Pelaku Jasa Keuangan di Purbalingga Mulai Divaksin Covid, Begini Harapan Bupati

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved