Berita Tegal

Toko dan PKL di Tiga Kecamatan di Tegal Masih Langgar Jam Malam PPKM Darurat, Bupati Beri Teguran

Sepekan pelaksanaan PPKM Darurat, masih ada toko dan PKL di tiga kecamatan di Kabupaten Tegal melanggar jam malam pukul 20.00 WIB.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB TEGAL
Bupati Tegal Umi Azizah bersama Forkopimda Tegal meninjau penyekatan jalan saat PPKM Darurat, Minggu (11/7/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Hingga sepekan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Minggu (11/7/2021), sejumlah penjual di Kecamatna Pangkah, Tarub, dan Kramat, tertangkap tangan masih membuka toko dan warung melebihi aturan, yakni pukul 20.00 WIB.

Atas temuan ini, Bupati Tegal Umi Azizah yang melakukan patroli bersama Forkopimda Tegal langsung meminta pemilik usaha menutup toko mereka.

"Kunci sukses melalui badai pandemi ini terletak pada kepatuhan setiap diri kita pada protokol kesehatan, memakai masker, dan membatasi mobilitas serta interaksi fisik dengan orang lain," kata Umi, dalam rilis yang diterima, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Butuh Bantuan! Balita di Dukuhturi Tegal Alami Tumor Ganas di Mata Kanan, Kini Tak Bisa Jalan

Baca juga: Denda Pajak Kendaraan Bakal Dihilangkan, Ayo Warga Tegal Manfaatkan Program Pemutihan Ini

Baca juga: Masih Banyak Toko Langgar Aturan PPKM Darurat di Tegal, Ngakunya Belum Ada Sosialisasi

Baca juga: Jalan Perkampungan Perbatasan Tegal Dipadati Hilir Mudik Kendaraan, Dampak Penyekatan PPKM Darurat

Dalam patroli tersebut, Umi memang tak memberi sanksi. Pihaknya hanya memberi teguran kepada pelaku usaha.

"Kiranya, upaya persuasif dan pendekatan humanis ini membuahkan hasil. Tapi, saya juga minta Satgas Covid-19 kecamatan lebih intensif melakukan penertiban dan memantau PPKM di wilayahnya, termasuk memasang spanduk di sentra kuliner dan perdagangan," jelasnya.

Menurut Umi, meski sudah ada penurunan tingkat mobilitas warga namun penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terjadi.

Selama sembilan hari masa PPKM Darurat ini, ada penambahan 949 kasus baru Covid-19 atau rata-rata 105 kasus per hari.

Angka tersebut memang belum berubah dari kondisi selama dua pekan sebelum PPKM Darurat.

Hal tersebut, menurut Umi, merupakan hal yang wajar karena adanya masa inkubasi yang diperlukan virus untuk menginfeksi seseorang.

"Hasil atau dampak penurunan dari PPKM darurat baru akan terlihat setelah hari ke sepuluh dan seterusnya. Kita berdoa, semoga, kepatuhan warga melaksanakan pembatasan di masa darurat ini signifikan menurunkan penambahan kasus Covid-19," harap Umi.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menyampaikan, di pekan pertama pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas warga Kabupaten Tegal turun 10-20 persen.

Arie mengatakan, evaluasi pekan pertama PPKM Darurat ini akan menjadi bahan melakukan tindakan bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal agar mobilitas warga di pekan kedua makin berkurang.

Menurut Arie, pihaknya memberi kelonggaran khusus bagi pengendara sepeda motor ojek daring yang sedang melayani pesan antar makanan untuk melintasi sekat pembatas.

"Saya akan instruksikan kepada petugas lapangan yang berjaga di pos-pos penyekatan supaya bisa memberikan kelonggaran untuk ojek online yang akan mengantarkan pesanan makanan. Syaratnya, cukup menunjukkan order pesanan ke petugas," terangnya.

Baca juga: Lagi, Hajatan di Kesugihan Cilacap Dibubarkan. Satgas Covid Minta Warga Tahan Diri Gelar Pesta

Baca juga: RX King Tabrak Honda Beat di Weleri Kendal, Satu Orang Tewas dan Tiga Lainnya Dilarikan ke RS

Baca juga: Mulai Hari Ini, Seluruh Exit Tol di Jateng Ditutup. Berlaku hingga 22 Juli 2021

Baca juga: Rumah Sakit Covid di Irak Terbakar, 50 Orang Tewas. Diduga Dipicu Ledakan Tabung Oksigen

Sementara itu, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tegal patuh mengikuti anjuran pemerintah dengan bersama-sama mengurangi mobilitas dan interaksi fisik antar orang.

"Ini, karena Kabupaten Tegal termasuk zona merah. Mari bersama-sama kita saling membantu, bergotong royong menyukseskan PPKM Darurat ini dan tetap patuhi protokol kesehatan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal Budi Bimo Hartono. Ia mengatakan, pemantauan ini dilakukan untuk melihat kedisiplinan warga mencegah penularan Covid-19 lewat pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Upaya penegakan hukum akan dilakukan jika masih ada pelanggaran," tutupnya.

Kegiatan monitoring Forkopimda Kabupaten Tegal ini diakhiri di titik penyekatan jalan di wilayah perbatasan Kota Tegal, tepatnya di Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved