Breaking News:

Berita Jateng

Mulai Hari Ini, Seluruh Exit Tol di Jateng Ditutup. Berlaku hingga 22 Juli 2021

Mulai hari ini, Selasa (13/7/2021), hingga 22 Juli, Polda Jateng akan menutup seluruh pintu keluar tol (exit toll) di Jawa Tengah.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto memberi pernyataan monitoring PPKM Darurat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Mulai hari ini, Selasa (13/7/2021), Polda Jateng akan menutup seluruh pintu keluar tol (exit toll) di Jawa Tengah. Kebijakan ini berlaku hingga 22 Juli mendatang.

Hal ini disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat monitoring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (13/7/2021).

Luthfi mengatakan, penutupan pintu keluar jalan tol tersebut bertujuan mengurangi mobilitas masyarakat dari wilayah lain menuju Jawa Tengah.

"Penyebaran Covid-19 ini esensinya karena ada mobilitas barang dan masyarakat dari dan ke wilayah tertentu. Hasil rapat dengan lintas sektoral, mulai 13-22 Juni, kami akan menutup seluruh exit toll di Jateng," terangnya kepada wartawan.

Baca juga: Ketua DPRD Jateng Minta Pemkab dan Pemkot Tindak Tegas Pelanggar PPKM Darurat

Baca juga: Pembatasan Mobilitas Warga Belum Penuhi Target di Jateng, Ganjar: Kini Mulailah di Level Desa

Baca juga: Mobilitas Warga Jateng Turun 17 Persen, Gubernur Ganjar: Targetnya 30 Persen Selama PPKM Darurat

Menurut Luthfi, penutupan seluruh exit toll ini dilakukan karena Jateng merupakan wilayah tujuan, baik untuk mudik libur Iduladha maupun akhir pekan.

Ia menambahkan, total, ada 27 pintu keluar tol di Jateng yang ditutup.

Selain itu, pihaknya juga akan memperketat penyekatan di 224 titik, untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

"Mereka yang diizinkan melintas hanya yang berkaitan dengan sektor esensial dan kritikal sesuai Permendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat," katanya.

Sementara, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menambahkan, petugas gabungan TNI-Polri akan melakukan pembatasan laju pergerakan kendaraan barang dan masyarakat.

Pihaknya akan melakukan upaya menjadikan beberapa wilayah di Jateng berstatus masuk zona hitam penyebaran Covid-19, berubah menjadi zona kuning, bahkan hijau.

"Kami juga masih berkoordinasi terkait bantuan obat-obatan maupun sembako untuk membantu masyarakat, baik yang sakit atau perlu sembako. Vaksinasi juga akan kami kejar terus. Harapanya, sampai 20 Juli nanti lebih baik," ujarnya. (*)

Baca juga: Rumah Sakit Covid di Irak Terbakar, 50 Orang Tewas. Diduga Dipicu Ledakan Tabung Oksigen

Baca juga: Beda dari Pemerintah Pusat, Pemkab Kebumen Tetap Tak Izinkan Tempat Ibadah Buka selama PPKM

Baca juga: Covid Mulai Menginfeksi Anak-anak di Banyumas, 10 Anak Dirawat di 3 Rumah Sakit

Baca juga: Gudang Obat di Kalideres Disegel, Timbun 730 Boks Azithromycin. Polisi: Bisa untuk 3000 Pasien Covid

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved