Berita Tegal Hari Ini

Denda Pajak Kendaraan Bakal Dihilangkan, Ayo Warga Tegal Manfaatkan Program Pemutihan Ini

Program pemutihan atau pembebasan denda PKB ini merupakan program Pemprov Jateng. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kasi PKB BBNKB, Samsat Kota Tegal, Mochamad Syafii. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Samsat Kota Tegal mengajak masyarakat untuk memanfaatkan masa pemutihan atau pembebasan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) yang sedang berlangsung di Jawa Tengah. 

Karena pembebasan denda pajak tersebut berlaku hingga 6 September 2021. 

Masyarakat yang telat melunasi pajak tahunan kendaraannya, dibebaskan dari denda keterlambatan. 

Baca juga: Masih Banyak Toko Langgar Aturan PPKM Darurat di Tegal, Ngakunya Belum Ada Sosialisasi

Baca juga: ASN Pemkot Tegal Dilarang Cuti Hingga Bepergian Luar Kota, Johardi: Berlaku Selama PPKM Darurat

Baca juga: Mulai Agustus Kota Tegal Jadi Kawasan Wajib Bersertifikat Vaksin, Dimulai dari Pegawai Pemerintahan

Baca juga: Jalan Perkampungan Perbatasan Tegal Dipadati Hilir Mudik Kendaraan, Dampak Penyekatan PPKM Darurat

Kasi PKB BBNKB, Samsat Kota Tegal, Mochamad Syafii mengatakan, program pemutihan atau pembebasan denda PKB ini merupakan program Pemprov Jateng

Dia mengatakan, tujuannya untuk meringankan masyarakat dalam membayar pajak. 

Terlebih bagi masyarakat yang pajak kendaraannya sudah mengalami keterlambatan beberapa tahun.  

Syafii mengatakan, masyarakat bisa melakukan pembayaran pajak tersebut di Samsat induk maupun Samsat keliling. 

Untuk denda secara otomatis akan hilang.

"Denda pajaknya dihilangkan, yang dikenakan hanya pajak pokoknya."

"Berlaku untuk semua kendaraan bermotor," kata Syafii kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (10/7/2021). 

Menurut Syafii, pembebasan denda PKB ini juga untuk meringankan masyarakat di masa pandemi Covid-19. 

Dia menilai, ada penurunan pembayaran pajak yang dilakukan oleh masyarakat. 

Syafii berharap, dengan program pemutihan tersebut ada peningkatan pendapatan dari sektor PKB. 

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan momen ini untuk meringankan pembayaran pajak. 

"Kalau keterlambatan pajaknya lebih dari 6 tahun, yang dikenakan hanya 5 tahun dan 1 tahun yang sedang berjalan."

"Misalkan 10 tahun, maka yang dikenakan pajaknya hanya 6 tahun," jelasnya. (*)

Baca juga: Peternak Lebah di Banjarnegara Ini Mendulang Untung di Masa Pandemi, Imam Suroso Beberkan Kuncinya

Baca juga: Kedua Pengedar Narkoba Ini Warga Banyumas, Ditangkap di Rumah Kontrakan Desa Gemuruh Purbalingga

Baca juga: Sempat Kurang Harmonis, Bupati Banyumas dan Cilacap Akhirnya Bertemu, Bersepakat Tiga Hal Ini

Baca juga: Sementara Waktu Jadi Wahana Bermain Anak, Biasanya Jalan Sudirman Purwokerto Dipadati Kendaraan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved