Breaking News:

Berita Cilacap

Lagi, Hajatan di Kesugihan Cilacap Dibubarkan. Satgas Covid Minta Warga Tahan Diri Gelar Pesta

MI yang tengah menggelar hajatan pernikahan anaknya didatangi Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Kesugihan, Senin (12/7/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBAYUMAS/DOK HUMAS POLRES CILACAP
Satuan Tugas Covid 19 Kecamatan Kesugihan mendatangi keluarga MI (65), warga Jalan Kemerdekaan Timur RT 01 RW 02 Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, yang menggelar hajatan, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Rasa suka cita berubah kecewa. Itulah yang dirasakan keluarga MI (65), warga Jalan Kemerdekaan Timur RT 1 RW 2, Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Senin (12/7/2021).

Pasalnya, hari itu, MI yang tengah menggelar hajatan pernikahan anaknya didatangi Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Kesugihan.

Tim Satgas yang datang ke rumah MI langsung meminta pihak keluarga menghentikan acara yang dapat memicu kerumunan dan memimbulkan penularan Covid-19.

Apalagi, acara digelar di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca juga: Tim Satgas Penanganan Covid Kesugihan Cilacap Bubarkan Hajatan Lagi, Pemilik Diminta Bongkar Tenda

Baca juga: Timbulkan Kerumunan, Hajatan di Kesugihan Cilacap Dibubarkan. Pemilik Acara Dibawa ke Polsek

Baca juga: Sempat Kurang Harmonis, Bupati Banyumas dan Cilacap Akhirnya Bertemu, Bersepakat Tiga Hal Ini

Baca juga: 10 Jalur Perkotaan Ditutup Setiap Sabtu dan Minggu, Dishub Cilacap: Berlaku Mulai Hari Ini

Satuan Tugas Covid 19 Kecamatan Kesugihan yang dipimpin Camat Kesugihan Basuki Priyo Nugroho bersama Kapolsek Kesugihan AKP R Gunung Krido, dan Danramil Kesugihan Kapten Inf Sueb mendatangi langsung hajatan.

"Sesampai di lokasi, sekitar pukul 19.30 WIB, diketahui beberapa orang berkumpul di rumah warga tersebut," ujar Camat Kesugihan Basuki dalam rilis yang diterima, Selasa (13/7/2021).

Selanjutnya, tim satgas meminta warga yang berkumpul itu pulang ke rumah masing-masing. Pemilik rumah juga diminta membongkar tenda.

Pembubaran hajatan itu dilaksanakan berdasarkan Instruksi Bupati Cilacap Nomor 16 Tahun 2021 tertanggal 29 Juni 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro.

Selesai pembongkaran tenda, Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Kesugihan membawa MI ke Polsek Kesugihan untuk dimintai pertanggung jawabannya.

Ini bukan yang pertama Tim Satgas Penanganan Covid di Kesugihan membubarkan acara hajatan di tengah PPKM Darurat.

Sebelumnya, dua hajatan pernikahan juga dibubarkan lantaran memicu kerumunan.

Terkait hal ini, Kapolsek Kesugihan AKP R Gunung Krido meminta masyarakat menahan diri jika ingin menggelar hajatan di masa PPKM Darurat.

Baca juga: RX King Tabrak Honda Beat di Weleri Kendal, Satu Orang Tewas dan Tiga Lainnya Dilarikan ke RS

Baca juga: Mulai Hari Ini, Seluruh Exit Tol di Jateng Ditutup. Berlaku hingga 22 Juli 2021

Baca juga: Rumah Sakit Covid di Irak Terbakar, 50 Orang Tewas. Diduga Dipicu Ledakan Tabung Oksigen

Baca juga: Beda dari Pemerintah Pusat, Pemkab Kebumen Tetap Tak Izinkan Tempat Ibadah Buka selama PPKM

Krido mengatakan, pernikahan dipersilahkan namun harus mematuhi Instruksi Bupati Cilacap Nomor 16 tahun 2021.

"Dihadiri maksimal 20 orang keluarga inti. Selesai pernikahan, dimohon tidak menggelar hajatan yang akan menimbulkan kerumunan," jelasanya.

Dia berharap, kepatuhan warga tak menggelar hajatan dapat memutus penyebaran Covid-19, khususnya di Kecamatan Kesugihan sehingga pandemi segera berakhir. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved