Breaking News:

Berita Jateng

Truk Angkutan Logistik Harus Masuk Tol selama PPKM Darurat, Aptrindo Jateng DIY: Babak Belur!

Aptrindo Jateng dan DIY mengeluhkan pengalihan arus lalu lintas ke tol selama PPKM Darurat.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI
Truk melintas di jalur tol ABC dalam Kota Semarang, 21 Maret 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng dan DIY mengeluhkan pengalihan arus lalu lintas ke tol selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Wakil Ketua bidang Angkutan Distribusi dan Logistik DPD Aptrindo Jateng dan DIY Agus Pratikno mengatakan, kebijakan ini membuat pelaku transportasi angkutan barang atau logistik keberatan.

Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar jasa tol.

"Customer tidak akan mau nanggung (biaya ekstra untuk tol). Otomatis, kami (transporter/pengusaha transportasi) yang harus nanggung," kata Agus, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: BPBD Kota Semarang Sediakan Klorin Gratis bagi Warga untuk Penyemprotan Disinfekntan Mandiri

Baca juga: Teror Atlet Lempar Batu Jalanan Sasar Truk Masih Marak, Ini Analisa Aptrindo Terkait Pemicu

Baca juga: Sopir dan Kernet Jasa Logistik Harus Bayar Rapid Antigen Keluar Masuk Banyumas, Aptrindo Keberatan

Baca juga: Bau Busuk Menusuk Hidung Selepas Pintu Dibuka, Wanita Asal Kebumen Tewas di Kamar Kos Semarang

Ia menceritakan, terjadi pembengkakan biaya operasi akibat penutupan jalur truk selama PPKM Darurat Jawa-Bali.

Menurutnya, adanya kebijakan PPKM berimbas kepada operasi perjalanan angkutan logistik.

"Kalau selama dua pekan ini harus lewat tol, ya repot. Pengelola tol untung, kami babak belur," tegasnya.

Ia menyatakan, di persimpangan jalan tol, terdapat blokade beserta petugas lintas sektor yang menjaga dan menghalau agar truk tidak masuk jalan dalam kota dan dialihkan ke jalan bebas hambatan.

Padahal, untuk menekan biaya operasional, truk lebih memilih melewati jalur arteri atau pantura, tidak lewat tol.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, ada insentif dari pemerintah, berupa penggratisan atau juga diskon biaya tol bagi angkutan barang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved