Berita Banyumas

Warga Kalibagor Banyumas Ini Sulap Pelepah Pisang Jadi Lukisan, Dijual hingga Rp 850 Juta

Di tangan Supriyadi (60), warga RT 05 RW 03, Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pelepah pisang disulap jadi barang ekonomis.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Supriyadi, warga RT 5 RW 3 Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, menunjukkan lukisan yang terbuat dari pelepah pisang, saat ditemui di rumahnya, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bagi sebagian orang, pelepah pisang kering dianggap tak berguna dan berakhir di tempat sampah.

Namun, di tangan Supriyadi (60), warga RT 05 RW 03, Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pelepah pisang beralih guna.

Dia memanfaatkan pelepah pisang yang telah kering sebagia bahan membuat lukisan bernilai ekonomi tinggi.

Tak hanya indah, hasil karya Supriyadi terbilang unik. Terutama, soal tekstur dan gradasi warna yang dihasilkan.

Baca juga: Bupati Banyumas: Jangan Sampai Ada Masyarakat Tidak Makan Karena PPKM Darurat

Baca juga: Bocah asal Menganti Ditemukan Tim SAR Gabungan Tewas, Hilang Tenggelam di Sungai Tajum Banyumas

Baca juga: Bupati Nilai PPKM Darurat di Banyumas Belum Efektif, Masih Ada Restauran Terima Makan di Tempat

Baca juga: Bupati Banyumas Tantang Warga Tak Percaya Covid: Ayo, Saya Temani Lihat Pasien Covid di ICU

sebenarnya, membuat lukisan bukan hal baru bagi Supriyadi. Sebelumnya, dia merupakan pelukis relief dan pembuat hiasan janur pengantin.

Namun, lantaran pandemi Covid-19, usahanya tersebut mandeg. Tak ada lagi orang menggelar hajatan atau melihat hasil lukisan reliefnya.

"Waktu itu, saat (pandemi) corona melanda, tidak ada job sama sekali. Kemudian, saya melihat ada pelepah pisang kering warnanya bagus bisa buat apa. Lalu, saya mencoba membuat lukisan seperti ini," kata Surpiyadi sambil menunjukkan karyanya, saat ditemui Tribunbanyumas.com, Selasa (6/7/2021).

Melihat hasil karya itu, Supriyadi pun mulai menggarap serius.

Tak hanya soal gambar yang ingin dihasilkan tetapi juga soal pemilihan bahan.

Dari beberapa kali percobaan, Supriyadi menilai, bahan pelepah pisang jenis pisang klutuk atau pisang batu, merupakan yang terbaik untuk membuat lukisan.

"Sebenarnya, paling penting itu adalah memadukan warna dari pelepah pisangnya karena ada yang hitam, agak coklat, dan putih. Kemudian, membuat sketsa gambar. Saya sering mengambil contoh pemandangan," jelasnya.

Menggunakan imajinasi dan bahan yang ada, Supriyadi kemudian membuat lukisan berbagai ukuran.

Untuk lukisan pelepah pisang berukuran 90x55 sentimeter, dia menjual sekitar Rp 450 ribu.

Sementara, ukuran lebih kecil, 30x75 sentimeter, dijual Rp 250 ribu.

Baca juga: Pemkab Serahkan Raperda RPJMD ke DPRD, Ini Arah Pembangunan Purbalingga 5 Tahun ke Depan

Baca juga: Aturan Masih Digodok. Sebentar Lagi, Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal Bisa Belajar di Sekolah Umum

Baca juga: Makanan Rekomendasi WHO untuk Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi Covid: Buah dan Sayuran Segar

Baca juga: Klaster Hajatan di Desa Brecek Purbalingga Meluas, PPKM Mikro Wilayah Diperpanjang

Dan, lukisan paling besar, dibuat dengan ukuran 75x120, dihargai Rp 850 ribu.

Menurut Supriyadi, lukisan paling besar dibuat dalam waktu sekitar 10 hari. Sementara, ukuran paling kecil, bisa dibuat cukup dalam sehari.

Soal pemasaran, Supriyadi memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan dan memasarkan. Dia menggunakan Instagram untuk menunjukkan hasil karyanya.

"Untuk omset, saat ini, memang belum seberapa. Kalau dikira-kira, hanya Rp 1,8 juta sampai Rp 3 juta per bulan," ungkapnya.

Menurutnya, hasil karyanya telah meluncur ke berbagai wilayah. Selain diminati warga Banyumas dan sekitarnya, ada juga pembeli dari Tegal. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved