Berita Jateng

Teror Atlet Lempar Batu Jalanan Sasar Truk Masih Marak, Ini Analisa Aptrindo Terkait Pemicu

Bahkan, jalur Pantura Semarang-Kendal dijuluki sarang 'atlet lempar batu' saking banyaknya truk dilempari batu orang yang tidak bertanggung jawab.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
ISTIMEWA
Kaca truk berplat G menjadi sasaran teror lempar batu saat melintas di Jalan Raya Mangkang Semarang pada Senin (14/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Teror lempar batu terhadap kendaraan barang atau truk masih marak di sejumlah titik di Kota Semarang.

Beberapa waktu lalu, kaca truk pecah karena dilempar batu di Tanjakan Silayur Ngaliyan dan di Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Bahkan, jalur Pantura Semarang-Kendal dijuluki sarang 'atlet lempar batu' saking banyaknya kejadian truk dilempari batu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Yogyakarta, Bambang Widjanarko, menuturkan, banyak laporan yang masuk terkait maraknya pelemparan batu yang mengenai kaca truk.

"Aksi pelemparan kaca truk yang marak terjadi dewasa ini terjadi di Pulau Jawa. Sebelumnya, sudah lama sering terjadi lebih dulu di Pulau Sumatera," kata Bambang kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Teror Lempar Batu Terjadi di Jalan Raya Solo-Sragen, Kaca Mobil Warga Sragen Ambyar

Baca juga: Teror Truk Dilempar Batu saat Melintasi Mangkang Kota Semarang: Kaca Pecah, Pengemudi Luka Parah

Baca juga: Ada Warga Terinfeksi Covid-19 seusai Divaksin, Dinkes Kota Semarang: Satu-satunya Pencegah adalah 5M

Baca juga: Kurir Perusahaan Ekspedisi di Tembalang Semarang Ini Curi Laptop, Khabib: Buat Bayar Kredit Online

Ketika ditanya apakah ada kaitannya dengan persaingan bisnis, dia menampik.

Bambang juga menduga, aksi pelemparan ini bukan juga karena motif materi atau percobaan perampokan.

"Kami duga, aksi pelemparan ini terjadi karena motif iseng dari sejumlah orang," katanya.

Bambang menambahkan, aksi pelemparan batu yang mengenai kaca truk juga kerap terjadi karena dipicu ulah sopir truk yang mengemudi secara ugal-ugalan.

Tindakan itu dapat memancing oknum di masyarakat yang jengkel dan melempari truk menggunakan batu.

"Ada juga kejadian, pengemudi lain yang jengkel karena jalurnya dari arah berlawanan 'dimakan' truk yang sedang menyalip. Sehingga, orang itu berbalik arah mengendarai sepeda motor, mencegat truk dan melempari kaca menggunakan batu," kata Bambang.

Ia menegaskan, pelaku aksi pelemparan terhadap truk tersebut bukanlah para profesional di bidang kejahatan. Sehingga, polisi justru akan sulit melacak dan menangkap.

Baca juga: Alana Hafiz Cilik Banjarnegara Minta Doa, Ingin Asah Kemampuan di Lomba Dai Cilik Indonesia

Baca juga: Anggota Polresta Banyumas Dicokok Polisi, Dilaporkan Gadaikan Mobil Rental

Baca juga: 5 Berita Populer: Bayi Ditinggal Ibu di Jepang Kudus-42 Sekolah di Pemalang Gelar KBM Tatap Muka

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Minions Sempat Bertanding sebelum Diminta Karantina

Kejahilan ini, kata dia, sama saja kasus pelemparan batu terhadap kereta api yang melintas.

"Kan kasus itu (pelemparan kereta api) bukan berarti mereka bermaksud merampok kereta api. Ini sama. Siapa saja bisa menjadi pelaku pelemparan batu ke kaca truk," imbuhnya.

Akibat kerusakan pecah kaca depan, paling murah, sopir harus mengeluarkan biaya pengganti Rp 1 juta.

Biaya akan bertambah besar saat sopir terkena pecahan kaca atau mengenai bodi truk. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved