Berita Semarang

Ada Warga Terinfeksi Covid-19 seusai Divaksin, Dinkes Kota Semarang: Satu-satunya Pencegah adalah 5M

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat ada kasus Covid-19 dari warga penerima vaksin. Meski demikian, kasus covid ini tak menimbulkan gejala berat.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas tengah menyuntik vaksin Covid-19 kepada lansia di Puskesmas Pandanaran, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat ada kasus Covid-19 dari warga penerima vaksin. Meski demikian, kasus covid ini tak menimbulkan gejala berat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, orang yang terpapar Covid-19 seusai divaksin tersebut kini telah dinyatakan sembuh.

Hakam mengatakan, pasien covid tersebut terinfeksi SARS-CoV-2 setelah menjalani vaksinasi tahap pertama.

"Tidak usah bahas masalah angka (jumlah yang terpapar usai divaksin). Jumlahnya hanya 0,1 persen dari jumlah yang sudah kami vaksinasi," jelas Hakam, saat ditemui di Puskesmas Pandanaran, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Alhamdulillah Negatif, Tes Antigen Pemain PSIS Semarang, Jumat Berangkat ke Solo

Baca juga: Kebakaran Ruko di Kota Semarang: Seorang Penghuni Rumah Tewas, Ditemukan di Bawah Tangga

Baca juga: 10.740 Lansia Sudah Disuntik Vaksin, Jadi Target Prioritas Sasaran Dinkes Kabupaten Semarang

Baca juga: Lima Pebalap Liar Ini Dihukum Tirukan Suara Knalpot Motor, Ditangkap di Jalan Kokrosono Semarang

Hakam melanjutkan, 0,1 persen warga yang terinfeksi Covid-19 belum ada 28 hari menerima vaksinasi.

sementara, vaksin membutuhkan waktu 28 hari setelah vaksin dosis kedua, untuk membangun antibodi yang optimal.

Maka, dia mengingatkan masyarakat, tidak bereuforia setelah mengikuti vaksin.

Hakam juga meminta masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni mencuci tangan, mamakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Ketika baru divaksin, masih mungkin terpapar Covid-19. Jangan hanya mengandalkan vaksin. Walau sudah divaksin, harus tetap jaga protokol kesehatan. Satu-satunya yang membuat kita tidak terpapar adalah protokol kesehatan 5M," tegas Hakam.

Terkait perkembangan vaksinasi di Kota Semarang, Hakam menyampaaikan, dari 94 ribu sasaran yang didapatkan Kota Semarang pada tahap dua, vaksinasi sudah diberikan kepada 88.400 orang.

Rinciannya, 35.113 lansia, 48.445 petugas publik, dan sisanya tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksinasi pada tahap pertama.

"Alhamdulillah, sudah banyak yang kami lakukan vaksinasi. Sebetulnya, sasaran tahap dua sekitar 354 ribu tapi kami baru dapat vaksin untuk 94 ribu sasaran," sebutnya.

Baca juga: Anggota Polresta Banyumas Dicokok Polisi, Dilaporkan Gadaikan Mobil Rental

Baca juga: 5 Berita Populer: Bayi Ditinggal Ibu di Jepang Kudus-42 Sekolah di Pemalang Gelar KBM Tatap Muka

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Minions Sempat Bertanding sebelum Diminta Karantina

Baca juga: Ingin Layani Lebih Maksimal, Polres Purbalingga Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK

Pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut kapan jatah vaksin dari pusat untuk Kota Semarang akan tiba lagi.

Saat ini, vaksin untuk suntikan pertama tinggal tersisa 6.216 dosis.

Karena keterbatasan logistik, pihaknya mengutamakan untuk vaksinasi lansia.

Sedangkan untuk petugas publik, dia meminta instansi bersangkutan berkirim surat ke Dinas Kesehatan untuk mendapatkan kuota.

Namun, mereka harus menunggu sesuai jadwal yang ditentukan Dinas Kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved