Sabtu, 25 April 2026

Wonosobo

Wamentan Pamer Setop Impor Beras di Ajang Kontes Sapi Raksasa Wonosobo

Wamentan hadiri kontes sapi APPSI di Wonosobo. Selain pamer setop impor beras, ajang ini diwarnai curhat blantik soal pasar rusak.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
KONTES SAPI - Suasana kontes sapi APPSI Wonosobo di Wonoland, Sabtu (25/4/2026). Acara ini menghadirkan berbagai kelas lomba dari pedet hingga ekstrem bebas dan diikuti peternak dari berbagai daerah di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Wamentan Sudaryono hadiri kontes sapi APPSI Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).
  • Ia membanggakan keberhasilan Indonesia setop impor beras sejak 2025.
  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi beberkan program Healing untuk periksa kesehatan ternak.
  • Blantik sapi curhat kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang rusak dan sepi pembeli.
  • Kementan siapkan hadiah 5 ekor sapi berbobot di atas 1 ton untuk pemenang kontes.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri ajang kontes sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Wonoland, Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

Pamer setop impor

Dalam kesempatan itu, Sudaryono menyinggung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menyebut Indonesia telah menghentikan impor beras sejak 2025.

Baca juga: Wamentan Sudaryono: Kini Era Pemerintahan Fokus Pada Pangan dan Pertanian

"Kita telah berhasil, stop impor beras 100 persen telah distop dan tidak mengimpor lagi. Orang mengatakan kepada kita semua, ini kan berarti swasembada beras. Pak Wamen, bukan swasembada pangan. Bukan, kita sudah bisa dikatakan swasembada pangan," serunya di hadapan peternak.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan gizi masyarakat dalam satu piring makanan pada dasarnya sudah terpenuhi. Meskipun untuk komoditas susu dan daging masih mengandalkan impor, kebutuhan itu menurutnya dapat disubstitusi dengan sumber protein lain seperti ikan, telur, dan ayam.

Program healing ternak

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa perkembangan sektor peternakan di wilayahnya terus menunjukkan peningkatan. Pada 2025, populasi ternak di Jawa Tengah mencapai hampir 6,5 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,2 juta merupakan sapi dan 3 juta kambing.

"Saat ini Dinas Peternakan dan Perkebunan Jateng punya program Healing. Program ini merupakan salah satu program prioritas di Jateng. Bagaimana dokter-dokter hewan spesialis keliling," sebut Luthfi.

Program Healing ini dikhususkan untuk vaksinasi dan pengecekan kesehatan hewan. Tujuannya, apabila terjadi wabah penyakit menular pada hewan ternak warga, dapat tertangani dengan cepat.

Curhat pasar rusak

Sementara itu, Ketua APPSI Wonosobo, Feri Atanta, memanfaatkan momen kehadiran para pejabat tersebut untuk menyampaikan aspirasi peternak terkait kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang dinilai sudah tidak layak.

"Kami diminta oleh para peternak dan blantik sapi di Wonosobo untuk menyampaikan hal itu. Kami mohon ada perhatian dari pemerintah agar Pasar Hewan Wonosobo segera dibenahi," keluhnya.

Feri membeberkan, kondisi pasar saat ini sangat sepi karena bangunan sudah banyak yang rusak. Tempat itu dinilai tidak representatif lagi untuk proses transaksi jual-beli antara belantik dengan peternak.

Hadiah sapi raksasa

Kontes sapi APPSI ini tidak hanya menjadi pameran hewan, tetapi juga ajang transaksi langsung. Sapi yang dipamerkan bisa langsung ditawar secara terbuka dan adil oleh pembeli.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved