Sabtu, 9 Mei 2026

Wonosobo

Solusi Bosan Obat, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Buka Klinik Bekam dan Terapi Akuatik

RS PKU Muhammadiyah Wonosobo resmikan layanan pengobatan tradisional Asiri Syifa, Sabtu (9/5). Tersedia bekam, akupunktur hingga jamu.

Tayang:
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Imah Masitoh
LAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meninjau langsung fasilitas Layanan Kesehatan Tradisional Asiri Syifa di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo pada saat acara peresmian, Sabtu (9/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • RS PKU Muhammadiyah Wonosobo meluncurkan Layanan Kesehatan Tradisional Asiri Syifa pada Sabtu (9/5/2026).
  • Layanan ini mencakup klinik herbal, akupunktur, bekam, dan terapi akuatik.
  • Ditujukan bagi pasien penyakit kronis yang mulai bosan minum obat kimia jangka panjang.
  • Terapi dikawal penuh tenaga medis bersertifikat hasil bimbingan Sister Hospital RSUP Sardjito.
  • Pemkab Wonosobo dukung penuh inovasi pemanfaatan tanaman lokal seperti jahe dan kencur.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Di tengah derasnya arus pengobatan medis modern saat ini, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo justru menghadirkan sebuah terobosan unik yang rupanya masih terbilang jarang dimiliki oleh rumah sakit di tingkat daerah.

Rumah sakit tersebut secara resmi meluncurkan Layanan Kesehatan Tradisional Asiri Syifa sekaligus Pusat Rehabilitasi Medik dan Terapi Fisik pada Sabtu (9/5/2026).

Layanan baru ini menjadi alternatif menjanjikan bagi masyarakat yang ingin menjalani pengobatan tidak hanya mengandalkan obat medis semata, tetapi juga lewat terapi tradisional yang dipastikan tetap dikawal oleh tenaga kesehatan profesional serta teruji secara ilmiah.

Baca juga: Rismawati Senang Dapat Modal Usaha dalam PKU Akbar PNM Cabang Purwokerto di Bumiayu Brebes

“Oh iya, kami memang melancarkan layanan ini karena sebenarnya kebutuhan masyarakat juga,” kata Dedi.

Menurut penjelasannya, layanan kesehatan tradisional ini dihadirkan sama sekali bukan untuk menggantikan peran dari terapi dokter spesialis, melainkan agar dapat dipadukan secara holistik dengan pengobatan medis modern yang sudah ada.

“Jadi ini yang kita sinergikan, jadi bukan berarti kontradiksi dengan layanan dokter,” ujarnya.

Dalam lingkup operasional layanan Asiri Syifa ini, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo turut menyediakan berbagai jenis terapi menarik, mulai dari pembukaan klinik herbal, akupunktur, bekam, hingga penerapan terapi akuatik yang difungsikan khusus untuk rehabilitasi medik.

Menurut Dedi, khusus untuk terapi akupunktur, metode ini tidak hanya digunakan untuk sekadar penanganan rasa nyeri di tubuh, tetapi juga sangat dapat dimanfaatkan bagi program penurunan berat badan serta terapi pendukung dalam mengatasi berbagai jenis penyakit kronis pasien.

Selain hal itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan sarana terapi akuatik yang nantinya akan diaplikasikan untuk membantu mempercepat proses tahapan rehabilitasi pasien.

Dedi menyebut bahwa layanan kesehatan tradisional yang terintegrasi dan berbasis rumah sakit sebenarnya masih belum banyak dikembangkan di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Oleh karena alasan itu, pihaknya terus mencoba menghadirkan sebuah konsep layanan utuh yang memadukan antara kenyamanan terapi konvensional dan tradisional di dalam satu pintu sistem pelayanan kesehatan.

“Semua ramuan jamu ini sudah dikaji secara ilmiah, sehingga komposisinya sudah terpercaya,” katanya memastikan.

Pasien nantinya juga akan diberikan keleluasaan penuh untuk memilih ragam metode terapi sesuai dengan kecocokan dan kebutuhan tubuhnya, baik itu murni pengobatan medis, racikan herbal, maupun kombinasi perpaduan dari kedua cara pengobatan tersebut.

“Bisa menjadi pilihan tidak hanya pengobatan minum obat tapi bisa dengan minum jamu atau terapi herbal,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, tingkat permintaan terhadap layanan kesehatan tradisional saat ini terpantau cukup tinggi. Hal itu terutama datang dari para pasien penyakit kronis yang mulai merasa jenuh dengan rutinitas konsumsi obat-obatan farmasi dalam jangka panjang.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved