Breaking News:

Berita Kendal

Aturan Masih Digodok. Sebentar Lagi, Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal Bisa Belajar di Sekolah Umum

Disdikbud Kendal menggarap serius pencanangan sekolah inklusi di lima sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal menggarap serius pencanangan sekolah inklusi di lima sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP).

Nantinya, tujuh sekolah itu menyuguhkan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah umum.

Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan tenaga pendidik dalam menghadapi dan memperlakukan siswa, terutama mereka yang berkebutuhan khusus.

"Pendidikan merupakan satu pondasi atau pilar utama pengembangan kualitas SDM dalam rangka mencapai kemajuan bangsa. Dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB)/sustainable development goals (SDGs), ada satu tujuan untuk menjamin kualitas pendidikan inklusif dan merata, sehingga semua orang berkesempatan belajar," terangnya di Kendal, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Bawa 516 Botol Ciu, Pengendara Mobil Berplat AB Diamankan Petugas di Exit Tol Kaliwungu Kendal

Baca juga: Lapak PKL Pasti Dibongkar Paksa, Disdag Kendal: Bila Tidak Patuh Aturan PPKM Darurat

Baca juga: Vaksinasi Kini Sasar Santri, Target 70 Persen Masyarakat Kendal Sudah Tervaksin pada Agustus 2021

Baca juga: Persiapan PTM Terbatas Tetap Dilakukan di Kendal, Termasuk Kebut Vaksinasi Guru

Wahyu ingin, konsep pendidikan inklusif dapat terealisasikan segera. Karena, pendidikan ini sudah memiliki payung hukum untuk di kembangkan hingga tingkat daerah.

Dengan konsep pendidikan inklusif, peserta didik berkebutuhan khusus berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Pendidikan yang disuguhkan pun diharapkan menghargai keanekaragaman dan menghapus diskriminatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).

"Disdikbud tengah merancang program pendidikan inklusif ini yang muaranya adalah peningkatan pelayanan pendidikan untuk PDBK. Dimulai dengan membentuk tim perumus kebijakan untuk melakukan identifikasi, perumusan perencanaan dan kebijakan. Tantangannya, belum ada perencanaan yang sistematis dan komprehensif," ujarnya.

Selain itu, Wahyu menyadari betul bahwa pendidikan inklusif tidak bisa dilakukan tanpa adanya guru pembimbing khusus (GPK), kurikulum baku, dan data terkini ABK di Kabupaten Kendal.

Ia mendorong adanya pelatihan-pelatihan bagi tenaga pendidik yang nantinya diplot menjadi mitra belajar anak-anak berkebutuhan khusus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved