Breaking News:

Teror Virus Corona

Klaster Hajatan di Desa Brecek Purbalingga Meluas, PPKM Mikro Wilayah Diperpanjang

Kasus covid-19 di Kabupaten Purbalingga bertambah setelah hasil tracing klaster hajatan di Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, meluas.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kasus covid-19 di Kabupaten Purbalingga bertambah setelah hasil tracing klaster hajatan di Desa Brecek, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, ditemukan kasus-kasus baru.

Saat ini, tercatat ada 64 orang terpapar virus Covid-19 dari klaster tersebut.

Kondisi ini membuat pemerintah desa setempat memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro wilayah untuk mencegah penyebaran meluas.

"Awal diketahui ada 28 orang, setelah dilakukan tracing per hari ini, ada 64 orang yang dinyatakan positif (Covid-19)," kata Kepala Desa Brecek, Siti Rokhmaningsih kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Baca juga: 56 Warganya Positif Covid, Permukiman di Desa Brecek Purbalingga Disemprot Disinfektan

Baca juga: Bupati Purbalingga Ancam Tak Cairkan ADD bagi Desa yang Tak Alokasi Dana untuk Penanganan Covid

Baca juga: Harapan Besar Bupati Purbalingga: PPKM Darurat Jangan Sampai Sia-sia

Baca juga: Bersama Kapolres dan Dandim, Bupati Purbalingga Keliling Wilayah Cek Jam Malam saat PPKM Darurat

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono telah menginstruksikan petugas untuk melakukan tracing.

Tracing ini dilakukan antar kecamatan, mengingat ada sejumlah pasien yang ternyata tetap bekerja sehari sebelum swab test.

"Pokoknya, kalau seseorang positif yang kontak erat, ya harus di-tracing. Sesuai masa inkubasi virus yaitu lima sampai enam hari, kalau sebelum itu kok kontak ya sebaiknya di-tracing," tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 28 warga Desa Brecek, Purbalingga terkonfirmasi positif Covid-19.

Puluhan warga tersebut mengalami gejala setelah menghadiri sebuah acara hajatan yang diselenggarakan warga setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menyebut, para warga dinyatakan positif corona berdasarkan hasil rapid test antigen.

Puluhan pasien dari klaster hajatan ini mengalami gejala ringan. Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan penjagaan ketat gugus tugas dan Jaga Tangga.

Baca juga: Atasi Krisis Oksigen di Rumah Sakit, Pemerintah Berencana Impor Tabung untuk Stok

Baca juga: Kapolda Jateng Janji Tindak Tegas Penimbun Obat dan Oksigen di Tengah Pandemi Covid

Baca juga: Semifinal EURO 2020: Italia Harus Waspadai Permainan Lamban Spanyol, Rabu Dini Hari Nanti

Baca juga: BPBD Kota Semarang Sediakan Klorin Gratis bagi Warga untuk Penyemprotan Disinfekntan Mandiri

Hanung mengungkapkan, Pemerintah Desa Brecek telah berkordinasi untuk melakukan lockdown.

Sebab, berdasarkan aturan PPKM mikro, Desa Brecek telah naik status menjadi zona merah Covid-19.

"Kalau dalam satu rumah tetangga ada yang positif lebih dari lima orang maka di rukun retangga (RT) masuk zona merah dan melakukan pembatasan atau lockdown," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Klaster Hajatan di Purbalingga Meluas, 64 Warga Positif Covid-19".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved