PPKM Darurat Jateng
Harapan Besar Bupati Purbalingga: PPKM Darurat Jangan Sampai Sia-sia
PPKM Darurat diharapkan memberi dampak signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali yang berlangsung sejak 3 hingga 20 Juli 2021 ini diharapkan memberi dampak signifikan terhadap penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meminta kepada Satgas Covid-19 dan seluruh masyarakat bersungguh-sungguh dalam melaksanakan PPKM Darurat ini.
"Kami berharap penerapan PPKM Darurat ini bisa dilaksanakan semaksimal dan seefektif mungkin."
"Jangan sampai penerapan ini menjadi sia-sia," ujar Bupati Purbalingga kepada Tribunbanyumas.com, Senin (5/7/2021).
Baca juga: Bersama Kapolres dan Dandim, Bupati Purbalingga Keliling Wilayah Cek Jam Malam saat PPKM Darurat
Baca juga: Pemberlakuan PPKM Darurat di Purbalingga, Bupati Tiwi: Pusat Perbelanjaan Masih Diperbolehkan Buka
Baca juga: 18 THL Diterjunkan ke 18 Kecamatan di Purbalingga, Bertugas Dampingi UMKM Terdampak Covid
Baca juga: Gara-gara Buka Pintu, Pengemudi Honda Jazz di Purbalingga Picu Kecelakaan. Sekeluarga Dibawa ke RS
Hal itu juga disampaikan saat memberi pengarahan dalam Apel Gelar Pasukan PPKM Darurat Kabupaten Purbalingga, Operasi Aman Nusa II Candi 2021 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Senin (5/7/2021).
Bupati menjelaskan, kasus Covid-19 di Purbalingga akhir-akhir ini meningkat cukup signifikan.
Per 3 Juli 2021, kasus aktif Covid-19 di Purbalingga mencapai 2.038 kasus.
Sebanyak 1.831 di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing maupun karantina terpusat.
Kemudian 207 kasus di antaranya dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala sedang hingga berat.
"Dalam satu hari yakni pada 3 Juli 2021, penambahan jumlah kasus di Purbalingga ini tertinggi dalam sejarah yaitu mencapai 303 kasus dan 14 di antaranya meninggal," ungkapnya.
Penambahan tersebut menyebabkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit mencapai 70 persen.
Bupati mengungkapkan, berdasarkan informasi Dinkes Kabupaten Purbalingga, rumah sakit saat ini mulai sulit mendapatkan oksigen.
Hal tersebut menurutnya, merupakan sesuatu yang darurat.
"Butuh kolaborasi kebersamaan sinergitas antara seluruh stakeholder terkait."
"Baik itu antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, termasuk tokoh masyarakat agar dalam dua pekan ini bisa dilaksanakan semaksimal dan seefektif mungkin," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-purbalingga-terhadap-ppkm-darurat.jpg)