Breaking News:

PPKM Darurat Jateng

Pemberlakuan PPKM Darurat di Purbalingga, Bupati Tiwi: Pusat Perbelanjaan Masih Diperbolehkan Buka

Kegiatan jual beli melalui supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, toko modern, swalayan dan toko-toko sejenis, masih diperbolehkan buka.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
PEMKAB PURBALINGGA
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, resmi dimulai hari ini, Sabtu (3/7/2021). 

Hal itu tertuang juga dalam Surat Edaran (SE) Bupati Purbalingga Nomor 3000/12651 per 2 Juli 2021.

Acuan utamanya adalah Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.

Baca juga: Gara-gara Buka Pintu, Pengemudi Honda Jazz di Purbalingga Picu Kecelakaan. Sekeluarga Dibawa ke RS

Baca juga: 56 Warganya Positif Covid, Permukiman di Desa Brecek Purbalingga Disemprot Disinfektan

Baca juga: 18 THL Diterjunkan ke 18 Kecamatan di Purbalingga, Bertugas Dampingi UMKM Terdampak Covid

Baca juga: Warga Rembang Purbalingga Tiba-tiba Ambruk saat Beli Pulsa. Saat Dicek, Sudah Meninggal

"Kegiatan jual beli melalui supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, toko modern, swalayan dan toko-toko sejenis, masih diperbolehkan buka." 

"Jam operasionalnya adalah mulai pukul 07.00 hingga pukul 20.00."

"Kapasitas dibatasi maksimal 50 persen dari normal," kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (3/7/2021).

Jam malam diberlakukan mulai pukul 20.00 hingga pukul 04.00, pada periode 3 hingga 20 Juli 2021. 

Namun dikecualikan bagi kegiatan strategis seperti pasar, kesehatan, komunikasi, energi dan kelistrikan.

Sektor wisata ditutup total selama pemberlakuan PPKM Darurat

Sementara itu untuk tempat ibadah serta tempat umum lainnya ditutup sementara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved