Penanganan Corona
Sejumlah ASN Positif Covid, Pemkot Salatiga Terapkah WHF. Sekda: Kepala Dinas Tetap Ngantor
Pemkot Salatiga kembali menerapkan WHH menyusul adanya sejumlah ASN di lingkungan pemkot, positif Covid-19.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menerapkan sistem kerja work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, menyusul adanya sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot terpapar virus Covid-19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Wuri Pujiastuti mengatakan, perubahan sistem kerja dari work from office (WFO) ke WFH ini bertujuan memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Karena, ada beberapa ASN di organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Maka, sistem kerja kami ubah ke WFH. Tetapi, kebijakan itu tidak berlaku bagi kepala dinas," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Senin (21/6/2021).
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid di Pasar, Pemkot Salatiga Terapkan Kebijakan 4 Hari Buka 1 Hari Tutup
Baca juga: Salatiga Zona Merah Covid-19, Berikut Aturan Pemerintah Kaitan Protokol Kesehatan
Baca juga: Pungli Modus Tawarkan Jasa Penyebrangan di Salatiga, Polisi Tangkap Tiga Pelaku
Baca juga: Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Cuma Tersisa 6 Persen, RSUD Salatiga Mulai Manfaatkan Ruang IGD
Menurut Wuri, proses screening lewat tes swab dan PCR terhadap ASN di OPD yang memiliki kasus positif Covid-19, masih terus dilakukan.
Wuri pun meminta tak khawatir sistem kerja WHF ini akan mengganggu pelayanan publik.
"Untuk total keseluruhan (ASN yang positif Covid-19), kami belum mendapat laporan detail. Tetapi, dipastikan ada sejumlah ASN ini positif hasil swab dan OPD tempatnya bekerja, wajib WFH," katanya.
Minggu (20/6/2021), kasus Covid-19 di Salatiga mengalami kenaikan dengan penambahan kasus sebanyak 190 orang. Hingga kemarin, terdapat 889 orang yang menjalani karantina.
Sedangkan secara kumulatif, kasus Covid-19 di Salatiga hingga Minggu, mencapai 5.202 orang. Kemudian, pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 4.276 orang, dan kumulatif meninggal dunia sebanyak 127 orang. (*)
Baca juga: Sebulan, Angka Kematian Akibat Covid di Kudus Tembus 440 Kasus. Dinkes: Mayoritas Belum Divaksin
Baca juga: Ada Vaksinasi Covid Gratis di GOR Wijayakusuma Cilacap, Sasar 1.722 Warga Berumur 18 Tahun ke Atas
Baca juga: Viral, Makanan Kafe di Tawangmangu Karanganyar Ini Dibanderol Jutaan. Nasi Putih Seharga Rp 5 Juta
Baca juga: 100 Pedagang di Pasar Wage Purwokerto Banyumas Divaksin Covid, Prioritas untuk Umur 50 Tahun ke Atas