Breaking News:

Penanganan Corona

Terlibat Pemakaman Pasien Covid tanpa Prokes, Sejumlah Warga di Sayung Demak Diminta Jalani Isolasi

Kasus pemakaman pasien positif Covid-19 yang meninggal di Sayung Demak dimakamkan tanpa prosedur protokol Covid-19.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Ilustrasi. Beberapa relawan Semarang Hebat menjalankan tugas memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia di TPU Candisari Kota Semarang, Rabu (16/6/2021). Di Demak, masih ditemukan kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dan dimakamkan tanpa prosedur prokes Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK – Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sayung, Demak, meminta sejumlah warga menjalani isolasi mandiri. Permintaan ini disampaikan setelah mereka terlibat dalam pemakaman pasien positif corona tanpa prosedur protokol Covid-19.

Peristiwa ini terjadi setelah seorang warga Sayung berinisial MI (52), meninggal dunia setelah sepekan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selanjutnya, pihak keluarga memakamkan almarhum tanpa protokol kesehatan (prokes).

Mendengar hal itu, Satgas Covid-19 Sayung dari Puskesmas Sayung 2, Nunuk Rahmawati; Babinsa Koramil 11/Sayung, Serda Bambang; dan Bhabinkamtibmas Polsek Sayung, Brigadir Abriyanto, bergerak cepat ke lokasi.

Baca juga: 2 Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil di Demak Diringkus, Sasar Kendaraan Berkaca Transparan

Baca juga: Ini Keistimewaan Tol Semarang-Demak Menurut Presiden Jokowi

Baca juga: Ganjar Minta Pemkab Demak Siapkan Tiga Hal, Antisipasi Ledakan Kasus Seperti di Kudus

Baca juga: Naik Pikap, 11 Pemudik Tujuan Sampang Madura Terjaring Razia Penyekatan di Demak

Petugas kemudian meminta agar pemakaman dilakukan secara protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak.

"Petugas mengimbau agar pemakaman dilakukan secara protokol Covid-19 tetapi keluarga bersikukuh menolak. Sehingga, pemakaman dilakukan secara biasa," kata Kepala Penerangan Kodim 0716 Demak Sertu M Makruf kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Dikatakan Makruf, berdasarkan informasi di lapangan, almarhum MI (52) dilarikan ke RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dengan keluhan demam tinggi, Jumat (11/6/2021).

Setelah menjalani isolasi selama sepekan, pasien meninggal dunia, Rabu (16/6/2021).

"Pihak rumah sakit menyarankan agar pasien dirawat namun pihak keluarga menolak, walaupun hasil tes swab menunjukkan pasien terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil 11/Sayung Kodim 0716/Demak Serda Bambang meminta kepada seluruh masyarakat yang terlibat pemakaman untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Nanti, kami akan koordinasikan bersama pihak puskesmas pemerintah desa dan Satgas Covid-19 desa, untuk langkah selanjutnya. Kemungkinan, kami lakukan isolasi mandiri (isoman), tracing dan swab pada keluarga almarhum, guna mengantisipasi penyebaran virus corona," ujar Bambang.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Berbahaya, Begini Cara Menangkal Menurut Satgas Penanganan Covid

Baca juga: Hasil Euro 2020: Belanda dan Belgia Melaju ke 16 Besar

Baca juga: Kudus Masuk Zona Merah Penyebaran Covid, Sementara Masjid Agung Kudus Tidak Gelar Salat Jumat

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 18 Juni 2021: Rp 969.000 Per Gram

Bambang sangat menyesalkan sikap keluarga yang menolak pemakaman secara prosedur Covid-19.

Ia akan berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 desa untuk gencar mengedukasi masyarakat sehingga kejadian serupa tidak terulang.

"Memang tidak mudah untuk meyakinkan semua masyarakat. Akan tetapi, ini menjadi tugas kita di wilayah. Semoga, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," kata Serda Bambang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Pemakaman Pasien Covid-19 di Demak Tanpa Prokes".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved