Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Ini Keistimewaan Tol Semarang-Demak Menurut Presiden Jokowi

konstruksi Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung Tol Semarang-Demak ditargetkan tuntas November 2024.

Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI Kementerian PUPR
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang berada di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Presiden Joko Widodo mengatakan, Jalan Tol Semarang-Demak memiliki keistimewaan dalam mengendalikan banjir rob, selain meningkatkan konektivitas.

"Tol Semarang-Demak ini multifungsi."

"Selain untuk meningkatkan konektivitas, juga berfungsi sebagai pengendalian banjir rob," ujar Jokowi seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (11/6/2021).

Baca juga: Ganjar Minta Pemkab Demak Siapkan Tiga Hal, Antisipasi Ledakan Kasus Seperti di Kudus

Baca juga: Hadiri Tanam Mangrove di Sayung Demak, Ganjar Pamer Jersey Gowes Bergambar Bung Karno, Ini Maksudnya

Baca juga: B2P2VRP Salatiga Didorong Jadi Pusat Tes Genome Squencing di Jateng, Tapi Masih Terkendala Alat

Baca juga: DPRD Jateng Tanggapi Kerumunan Saat Vaksinasi di SVG Jateng: Jangan Beraksi Sendiri Kayak Film Rambo

Dengan adanya fungsi kolam retensi, tanggul laut, serta pengembangan area di sekitar tol, diharapkan kawasan tersebut yang sering terendam banjir bisa menjadi kering.

Sehingga, dapat digunakan untuk kawasan industri dan pendukungnya, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Lebih dari itu, jalan tol ini tentunya diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan di kawasan Kaligawe dan Bandara Ahmad Yani.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian mengatakan, pembiayaan pembangunan tol ini menggunakan skema kerja sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU).

Jalan tol yang membentang 26,7 kilometer tersebut terbagi menjadi dua seksi.

Yaitu Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 kilometer merupakan porsi pemerintah dengan kebutuhan biaya Rp 10,56 triliun.

Lalu, Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melalui PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved