Breaking News:

Penanganan Corona

Virus Corona Varian Delta Berbahaya, Begini Cara Menangkal Menurut Satgas Penanganan Covid

Varian virus corona dari India atau varian Delta, disebut berbahaya. Apalagi, varian tersebut, kini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Varian virus corona dari India atau varian Delta, disebut berbahaya. Apalagi, varian tersebut, kini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan lewat Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (17/6/2021).

"Virus-virus itu, seperti hasil yang didapat dari penelitian ilmiah di berbagai negara, tentunya itu virus yang berbahaya," kata Wiku.

Baca juga: Salatiga Zona Merah Covid-19, Berikut Aturan Pemerintah Kaitan Protokol Kesehatan

Baca juga: 13 Persen Karyawan PT Dua Kelinci Positif Covid-19, Ini Hasil Monitoring Bupati Pati

Baca juga: Ada Karyawan yang Positif Covid, Pusat Perbelanjaan di Karanganyar Tutup 1x24 Jam untuk Sterilisasi

Baca juga: Keren! Sejak Wabah Covid Melanda, Desa Traju di Tegal Selalu Berstatus Zona Hijau. Ini Rahasinya

Namun demikian, menurut Wiku, harus dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai virus tersebut.

Hal ini untuk memastikan, apakah varian virus yang dianggap berbahaya di suatu negara, juga bahaya di negara lainnya.

Untuk mencegah menyebarnya varian virus itu, Wiku pun menekankan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan harus selalu diterapkan.

Langkah-langkah tersebut, kata dia, efektif mencegah penularan virus corona varian apa pun.

"Yang utama kita lakukan adalah menjalankan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Karena, lewat 3M itu, apa pun variannya, pasti tidak akan meningkatkan penularan," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa varian baru virus corona dari India banyak ditemukan di DKI Jakarta, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Hasil Euro 2020: Belanda dan Belgia Melaju ke 16 Besar

Baca juga: Kudus Masuk Zona Merah Penyebaran Covid, Sementara Masjid Agung Kudus Tidak Gelar Salat Jumat

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 18 Juni 2021: Rp 969.000 Per Gram

Bahkan, Budi mengatakan, varian itu kini mendominasi di tiga daerah tersebut.

"Kami melaporkan juga ke beliau (Presiden) kenapa ini penting karena beberapa daerah seperti Kudus, kemudian DKI Jakarta dan juga di Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian Delta-nya atau B.1617.2 atau juga varian dari India mendominasi," kata Budi dalam keterangan pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/6/2021).

Budi menuturkan, penularan dari varian mutasi ganda India itu terjadi lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satgas: Corona Varian Delta Berbahaya, Utamakan Disiplin Protokol Kesehatan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved