Penanganan Corona
Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bakal menggencarkan vaksinasi Covid-19 kepada lansia dan pralansia setelah status zona merah.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bakal menggencarkan vaksinasi Covid-19 kepada lansia dan pralansia lantaran wilayah tersebut kembali masuk zona merah penularan Covid-19.
Vaksinasi untuk mendapatkan herd immunity ini akan digelar di sejumlah tempat, di antaranya puskesmas dan dan kantor UPTPK Sragen.
Vaksinasi lansia dan pralansia di tingkat kabupaten akan difokuskan di Kantor UPTPK Sragen setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00-12.00 WIB.
"Vaksinasi kami fokuskan kepada lansia karena kasus Covid-19 yang meninggal dunia kebanyakan lansia. Sehingga, kami genjot vaksinasi," katanya.
Baca juga: Bobol Toko Komputer di Jalan Solo-Sragen, Pencuri Gasak Uang Rp 12 Juta dan 4 Laptop
Baca juga: Sragen Zona Merah Penularan Covid-19, Bupati: Ibadah Massal dan Hajatan Dilarang, Berlaku 2 Pekan
Baca juga: Dilarang Isoman di Rumah, Warga Sragen Positif Covid-19 Harus Jalani Isolasi di Technopark atau RS
Baca juga: 2 RT di Jetis Sragen Di-lockdown: 35 Warga Positif Covid-19, Tertular dari Tamu asal Jakarta
Yuni juga mentargetkan vaksinasi kepada lansia segera dilakukan di sejumlah desa, di antaranya di Desa Pare dan Kedawung, Kecamatan Modokan.
Yuni meminta, vaksinasi bagi lansia di dua desa tersebut selesai dalam waktu satu pekan. Masing-masing desa dijatah 100 lansia.
Kesadaran Vaksinasi Rendah
Sementara, Sekretaris Desa Pare Aris Gunarto mengakui, vaksinasi Covid-19 di desanya belum maksimal. Kondisi ini diperparah masyarakat yang tidak mempercayai adanya Covid-19.
"Kesadaran masyarakat di Desa Pare rendah, baik terhadap Covid-19 maupun vaksin. Ada yang percaya, setekah divaksin, meninggal dunia. Ada juga yang sudah mau divaksi tapi anaknya tidak membolehkan," terang Aris.
Dengan kondisi ini, Aris pun keberatan jika vaksinasi Covid-19 di Desa Pare harus menyasar 100 lansia.
Karenanya, dia bakal meminta bantuan pihak TNI-Polri untuk melakukan pemahaman kepada warga dan mengawal vaksinasi di desanya.
Sementara itu, Bupati Yuni mengatakan, dirinya telah banyak mendapatkan keluhan dari desa terkait kendala vaksinasi.
Informasi yang dia dapat, kebanyakan lansia tidak datang ketika diundang ke puskesmas untuk divaksin.
Terkait hal tersebut, Yuni meminta agar perangkat desa tidak kehilangan akal. Dia meminta agar perangkat desa mau melakukan jemput bola terhadap lansia.
Baca juga: Fotografer Pernikahan di Banyumas Protes: Pas Momen Ramai, Hajatan Dilarang
Baca juga: 25 Dosen dan Pegawai UNS Solo Positif Covid, Kegiatan di Kampus Dibatasi Mulai 18-25 Juni
Baca juga: Batasi Mobilitas Warga, Pemkot Semarang Tutup 8 Ruas Jalan Selama 2 Pekan. Ini Lokasinya
Baca juga: Rombongan Wakil Bupati Jombang Datangi Purbalingga, Ingin Belajar Program Tuka-Tuku untuk UMKM
Penjemputan itu bisa juga dilakukan bersama TNI-Polri agar masyarakat tidak menolak vaksinasi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sejumlah-lansia-dan-pralansia-mendaftarkan-diri-vaksinasi-covid-19-di-kantor-uptpk-sragen.jpg)