Breaking News:

Penanganan Corona

Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bakal menggencarkan vaksinasi Covid-19 kepada lansia dan pralansia setelah status zona merah.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Sejumlah lansia dan pralansia mendaftarkan diri sebagia penerima vaksin Covid-19 di Kantor UPTPK Sragen, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bakal menggencarkan vaksinasi Covid-19 kepada lansia dan pralansia lantaran wilayah tersebut kembali masuk zona merah penularan Covid-19.

Vaksinasi untuk mendapatkan herd immunity ini akan digelar di sejumlah tempat, di antaranya puskesmas dan dan kantor UPTPK Sragen.

Vaksinasi lansia dan pralansia di tingkat kabupaten akan difokuskan di Kantor UPTPK Sragen setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00-12.00 WIB.

"Vaksinasi kami fokuskan kepada lansia karena kasus Covid-19 yang meninggal dunia kebanyakan lansia. Sehingga, kami genjot vaksinasi," katanya.

Baca juga: Bobol Toko Komputer di Jalan Solo-Sragen, Pencuri Gasak Uang Rp 12 Juta dan 4 Laptop

Baca juga: Sragen Zona Merah Penularan Covid-19, Bupati: Ibadah Massal dan Hajatan Dilarang, Berlaku 2 Pekan

Baca juga: Dilarang Isoman di Rumah, Warga Sragen Positif Covid-19 Harus Jalani Isolasi di Technopark atau RS

Baca juga: 2 RT di Jetis Sragen Di-lockdown: 35 Warga Positif Covid-19, Tertular dari Tamu asal Jakarta

Yuni juga mentargetkan vaksinasi kepada lansia segera dilakukan di sejumlah desa, di antaranya di Desa Pare dan Kedawung, Kecamatan Modokan.

Yuni meminta, vaksinasi bagi lansia di dua desa tersebut selesai dalam waktu satu pekan. Masing-masing desa dijatah 100 lansia.

Kesadaran Vaksinasi Rendah

Sementara, Sekretaris Desa Pare Aris Gunarto mengakui, vaksinasi Covid-19 di desanya belum maksimal. Kondisi ini diperparah masyarakat yang tidak mempercayai adanya Covid-19.

"Kesadaran masyarakat di Desa Pare rendah, baik terhadap Covid-19 maupun vaksin. Ada yang percaya, setekah divaksin, meninggal dunia. Ada juga yang sudah mau divaksi tapi anaknya tidak membolehkan," terang Aris.

Dengan kondisi ini, Aris pun keberatan jika vaksinasi Covid-19 di Desa Pare harus menyasar 100 lansia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved