Breaking News:

Penanganan Corona

Sragen Zona Merah Penularan Covid-19, Bupati: Ibadah Massal dan Hajatan Dilarang, Berlaku 2 Pekan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kembali melarang hajatan dan ibadah massal dalam dua pekan ke depan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati seusai melakukan rapat Satgas Covid-19 tingkat kabupaten di Aula Sukowati, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kembali melarang hajatan dan ibadah massal dalam dua pekan ke depan. Kebijakan ini diterapkan lantaran angka kasus Covid-19 di Sragen kembali meningkat.

Hal ini disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati seusai melakukan rapat Satgas Covid-19 tingkat kabupaten di Aula Sukowati, Senin (14/6/2021).

Rapat itu juga dihadiri jajaran Forkopimda Sragen, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hargiyanto, dan sejumlah dinas terkait.

Yuni mengatakan, kebijakan ini telah disepakati peserta rapat yang juga dihadiri tokoh masyarakat, MUI Sragen, Kemenag Sragen, juga FKUB Sragen.

"Kabupaten Sragen masuk zona merah dengan risiko tinggi penularan Covid-19. Kami mengundang mereka karena kebijakan mengendalikan Covid-19 ini menyangkut kegiatan peribadatan," kata Yuni.

Baca juga: Dilarang Isoman di Rumah, Warga Sragen Positif Covid-19 Harus Jalani Isolasi di Technopark atau RS

Baca juga: Saya Merasakan Dua Keanehan Kontekstual, Tatkala Gubernur Ganjar Lantik Bupati Sragen dan Demak

Baca juga: Bocah 2 Tahun Ditemukan Lemas di Alun-alun Sragen, Diduga Korban Penculikan Pengemis

Baca juga: 2 RT di Jetis Sragen Di-lockdown: 35 Warga Positif Covid-19, Tertular dari Tamu asal Jakarta

Mereka sepakat, selama dua pekan kedepan, mulai Selasa (15/6/2021) hingga Rabu (30/6/2021), dua pekan kemudian, Satgas Covid-19 akan mengetatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Nanti, masyarakat diminta melakukan ibadah dari rumah, selama dua pekan, dan juga tidak ada kegiatan pengajian atau apapun yang mengumpulkan massa dan berkerumun," tegas Yuni.

Yuni mengatakan, dalam kebijakan peribadatan ini, pihaknya meminta dukungan FKUB dan Kemenag.

Hal ini diperkuat lewat adanya fatwa MUI dan akan ada surat edaran (SE) ke seluruh takmir masjid di Kabupaten Sragen dan tokoh masyarakat.

Hajatan Dilarang

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved