Breaking News:

Berita Purbalingga

Yakin Batik Ecoprint Purbalingga Berkembang, Menaker Ida Fauziyah Janji Beri Pelatihan Pemasaran

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengunjungi pengrajin batik ecoprint di Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mencoba membuat batik ecoprint saat mengunjungi pengrajin batik ecoprint di Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengunjungi pengrajin batik ecoprint di Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.

Dalam kunjungannya itu, ia mengapresiasi dan meyakini, pengrajin batik di Purbalingga semakin berkembang serta akan naik kelas.

Sebab, menurutnya, saat ini, tren busana ecoprint mulai digandrungi masyarakat.

Ia berpandangan jika produk ecoprint akan membantu peningkatan ekonomi pelaku UMKM.

"Sekarang lagi banyak diminati, selain karena ramah lingkungan juga karena semua dari alam," katanya dalam rilis yang diterima Tribunbanyumas.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Ke-22 di Purbalingga, 4 Mei 2021

Baca juga: Mengenal Desa Kartun di Sidareja Kaligondang, Tempatnya Para Seniman Muda Bernaung di Purbalingga

Baca juga: Isu Bagi-bagi Mahar Politik Jelang Musda Partai Golkar Purbalingga, Arahkan ke Satu Calon Ketua

Baca juga: Jumadi Berteriak Minta Tolong, Lihat Asap Keluar dari Rumah Tetangganya di Kutasari Purbalingga

Sesuai namanya, batik ecoprint merupakan batik cetak. Cetakan yang digunakan merupakan dedaunan tumbuhan yang menghasilkan motif serupa.

Sementara, pewarna yang dipakai juga pewarna alami. Sehingga, produk ini sangat ramah lingkungan, termasuk limbahnya.

Di Purbalingga, saat ini, setidaknya ada 36 kelompok yang memproduksi batik ecoprint.

"Jika konsisten berkarya dan terus berkembang maka bukan hal mustahil akan menjadi pusat ecoprint," ungkapnya.

Ida berharap, mendatang, Purbalingga jadi pusat ecoprint. Apalagi, jika setiap kecamatan bisa memproduksi batik ecoprint.

Apalagi, kelompok perajin batik ecoprint ini merupakan satu kelompok yang sempat mendapatkan bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga: 27 Menikah, Co Founder Microsoft Bill Gates Umumkan Perceraian dari Melinda

Baca juga: Kirim Telegram, Kapolri Minta Kapolda Tutup Wisata di Zona Oranye dan Merah saat Libur Lebaran

Baca juga: Kereta Api di Meksiko Jatuh ke Jalan Raya setelah Jalan Layang yang Dilewati Ambruk, 15 Tewas

Baca juga: Tiba di Tanah Air, 200 TKI Positif Covid-19. Pulang dari Malaysia Lewat Batam

Dirinya senang karena program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya.

Kedepan, pihaknya akan lebih memfasilitasi lewat pelatihan pemasaran.

"Akan kami fasilitasi pelatihan pemasaran untuk digital marketing. Kami akan berikan pelatihan melalui BLK Kementerian," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved