Berita Pendidikan

Lagi Naik Daun, Ini Manfaat Porang Menurut Guru Besar IPB: Bisa Turunkan Kadar Kolesterol

Guru Besar IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Prof Edi Santosa menjelaskan, ada banyak hal yang terkandung dalam porang.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Tanaman Porang yang dibudidayakan Sudadi, petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021). 

Lebih lanjut, dia menerangkan, dari 200 spesies tanaman Amorphophallus, hanya ada tiga jenis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Jenis tersebut adalah Amorphophallus konjac, A paeoniifolius atau dikenal umum bernama suweg, lalu jenis A muelleri atau biasa dikenal porang.

Namun, Edi menegaskan, tanaman porang berbeda dari tanaman acung (A variabilis).

"Dari tiga jenis tanaman komersial ini, di Indonesia, yang paling banyak berkembang hanya ada dua, yaitu A paeoniifolius atau suweg dan A muelleri atau porang," jelas Edi.

Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University ini juga menjelaskan, tanaman porang ini awalnya merupakan tanaman hutan.

Baca juga: Penumpang Sepi sejak Pasar Terbakar, Tukang Becak di Banjarnegara Terhibur Dapat Makanan Gratis

Baca juga: Dukung Gerakan Pemkab, Komunitas Innova Community Inyong Chapter Kebumen Tanam 1000 Bibit Pohon

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Hari Keenam Ramadan di Purbalingga, 18 April 2021

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Keenam di Banyumas, 18 April 2021

Dia menyebut, pemanfaatan tanaman porang dimulai sejak masa penjajahan Jepang (1942).

Sebelumnya, Jepang telah membudidayakan jenis A konjac. Lalu, saat menduduki Indonesia, tentara Jepang memanfaatkan porang sebagai logistik perang.

"Paling banyak, yang dibawa itu adalah porang dan acung. Saat itu, Jepang memanfaatkan tanaman ini untuk logistik perang terutama untuk sumber makanan. Sayangnya, catatan sejarah kita terputus, catatan yang ada itu, masyarakat kita dulu sudah mengonsumsi porang tetapi belum diketahui sejak kapannya," tambah Edi.

Ia menjelaskan, tanaman porang mulai intensif dibudidayakan sejak tahun 1980-an. Saat itu, Perhutani mengintroduksi porang ke Cepu. Tanaman porang tersebut ditanam di bawah tegakan tanaman jati.

Terkait budidaya tanaman porang, Edi menjelaskan, tanaman tersebut dapat ditanam di mana saja.

Tanaman porang dapat ditanam di bawah naungan maupun lahan sawah terbuka.

"Porang ini kan awalnya tumbuh di hutan, jadi bisa ditanam di bawah tegakan maupun di lahan sawah terbuka. Kalau hidup di hutan saja sudah bagus apalagi kalau dibudidayakan secara intensif dan terawat," ujar Edi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pakar IPB: Khasiat Tanaman Porang, Cegah Kanker dan Gula Darah".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved