Breaking News:

Berita Semarang

Mengintip Aktivitas Ponpes Lansia Banyubiru Semarang kala Ramadan: Santri Mengaji dan Ikut Pelatihan

Kepala Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat M Solikin mengatakan, selama Ramadan, santri dewasa dan lansia lebih banyak dibekali beragam pelatihan.

TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Santri lansia sedang mengikuti pengajian Alquran di Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Aktivitas sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Semarang meningkat saat Ramadan, seperti sekarang ini. Tak terkecuali, di Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Seperti namanya, mayoritas santri di ponpes ini adalah warga dewasa dan lanjut usia (lansia).

Tak hanya mengkaji kitab dan tadarus, sejumlah kegiatan untuk meningkatkan pemberdayaan santri pun digelar.

Kepala Ponpes Lansia Kasepuhan Raden Rahmat M Solikin mengatakan, selama Ramadan, santri dewasa dan lansia lebih banyak dibekali beragam pelatihan.

"Misalnya, cara membuat ekstrak jahe hingga pengolahan kopi tradisional. Kemudian, hasil olahan santri biasanya dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung. Karena Ponpes Lansia ini ditetapkan sebagai destinasi wisata religi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Mengintip Aktivitas Menulis Alquran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara, Cara Tepat Ubah Perilaku Santri

Baca juga: Begini Cara Alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki di Banjarnegara Lawan Stigma Teroris

Baca juga: Cerita Nakes Kabupaten Semarang Bikin Lagu Religi, Ipung Purwadi Sedang Rindukan Bimbingan Tuhan

Baca juga: BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Difabel dalam Mitigasi Bencana: Biar Siap saat Terjadi Bencana

Menurut Solikin, lokasi berdirinya ponpes, yakni Desa Gedong, bersama 54 desa lain, ditetapkan sebagai desa wisata di Kabupaten Semarang.

Sehingga, lanjutnya, sebagai mitra pemerintah, mereka memiliki kewajiban mendorong pengembangan pariwisata dan juga membuka peluang usaha bagi para petani dan UMKM di Desa Gedong.

Ia menambahkan, ponpes Lansia didirikan pada 2018 dan berada di ketinggian 800 Mdpl.

Kondisi alam yang asri dengan konsep bangunan pondok tradisional, dinilai menjadi nilai tambah agar para santri menetap.

"Total santri Lansia ada sekira 150 orang. Sebanyak 105 orang santri merupakan warga setempat. Sisanya, yaknin 20 orang santri dari luar kota, menetap di asrama. Selain mengaji dan mengikuti pelatihan, di sini juga ada layanan berkunjung ke rumah warga lansia," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved