Berita Banjarnegara

Begini Cara Alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki di Banjarnegara Lawan Stigma Teroris

Seorang pengurus alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustaz Jamaludin, mengaku keberatan jika alumni Ngruki diidentikkan dengan terorisme.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
shutterstock
Ilustrasi teroris bersenjata api. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pondok pesantren (ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, tempat tinggal Abu Bakar Baasyir, acap menjadi sorotan publik.

Beberapa alumni ponpes di Ngruki itu terlibat dalam serangkaian aksi terorisme sehingga membuat nama pesantren itu ikut tercoreng.

Stigma terhadap pesantren di Ngruki yang dikaitkan dengan ideologi radikal masih melekat di benak sebagian masyarakat.

Padahal, belum tentu ada kaitan aksi terorisme yang dilakukan oknum alumnus dengan sistem pendidikan yang berkembang di pesantren itu.

Baca juga: Hilang Separuh Terbawa Longsor, Jalan Kabupaten di Majasari Banjarnegara Harus Dilewati Bergantian

Baca juga: Alana Hafiz Cilik Banjarnegara Minta Doa, Ingin Asah Kemampuan di Lomba Dai Cilik Indonesia

Baca juga: Sempat Berteriak Minta Tolong Sebelum Meninggal, Petani Asal Babadan Banjarnegara Terjatuh ke Jurang

Baca juga: Kapolda Cek Posko PPKM Mikro di Desa Bawang Banjarnegara, Ini Pesan Khususnya

Seorang pengurus alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustaz Jamaludin, mengaku keberatan jika alumni Ngruki diidentikkan dengan terorisme atau perilaku radikal.

Menurut dia, tidak semua alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki seperti anggapan sebagian orang.

Jikapun ada alumnus yang punya ideologi radikal, ia menyebut, mereka adalah oknum.

Perilaku oknum itu bukan cerminan alumni Ponpes Ngruki secara keseluruhan, yang jumlahnya ribuan orang.

"Ada sebagian masyarakat yang memandang sosok alumni Ngruki identik dengan terorisme dan radikal. Padahal, itu hanya perilaku oknum dan bukan cerminan dari alumni," ujarnya dalam diskusi berjudul "Memperkuat Nasionalisme dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" di Ponpes Darul Ulum Khutab di Desa Sumberejo Batur, Banjarnegara, Jumat (19/3/2021).

Acara ini merupakan hasil kerja sama Polres Banjarnegara bersama Alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki Banjarnegara.

Menurut Jamaludin, alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki berkiprah di tengah masyarakat sesuai bidang keahlian. Ia mencotohkan, alumni Ngruki di Kecamatan Batur yang banyak mengisi berbagai bidang keahlian.

"Mulai dari pendidikan, pemerintahan, pertanian, perdagangan. Kami selalu berusaha bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sebaliknya, ia bersama alumni Ngruki lain, bahkan siap bersinergi membantu Polri demi terwujudnya situasi yang aman dan kondusif untuk membangun bangsa yang berakhlak karimah.

"Semoga, ke depan, kerjasama Polri dengan masyarakat mampu terjalin kuat, satu di antaranya lewat acara diskusi seperti ini," katanya.

Baca juga: Warga Bekasi Tewas Tertabrak Kereta Api Bandara di Kalibagor Kebumen, Terseret Hingga Desa Tetangga

Baca juga: Warga Klipang Semarang Geger, saat Buang Sampah Lihat Ular Piton 4,5 Meter Merayap di Pohon

Baca juga: Gubernur Ganjar Siapkan Rencana Vaksinasi Covid-19 saat Ramadan: seusai Buka Puasa atau Tarawih

Kasat Intelkam AKP TS Margo Yuwono yang datang mewakili Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan, dalam diskusi tersebut, petugas membawa misi negara, yakni mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangun dan menjaga bangsa Indonesia.

"Permasalahan nasionalisme menjadi tugas kita bersama maka pelajaran sejarah dan perjuangan bangsa, jangan sampai hilang di semua jenjang pendidikan," katanya.

Ia menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan rumah yang harus terus dirawat dengan nilai-nilai nasionalisme. Nasionalisme dan agama harus saling mengisi dan melengkapi.

Karena itu, di lembaga pendidikan apapun, seharusnya para santri dan siswa diajarkan tentang penguatan nasionalisme di samping ilmu agama. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved