Breaking News:

Berita Semarang

BPBD Kabupaten Semarang Libatkan Difabel dalam Mitigasi Bencana: Biar Siap saat Terjadi Bencana

BPBD Kabupaten Semarang berencana melibatkan komunitas difabel dalam proses mitigasi bencana di Bumi Serasi.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menghadiri acara pelatihan kebencanaan bagi difabel, baru-baru ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang berencana melibatkan komunitas difabel dalam proses mitigasi bencana di Bumi Serasi.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, peran difabel dalam mitigasi bencana dinilai penting, terutama upaya meningkatkan potensi keselamatan komunitas mereka, saat terjadi bencana.

"Rencana ke depan, bukan berarti mereka menjadi relawan. Tetapi, lebih pada mitigasi pencegahan seandainya terjadi bencana alam, meraka mesti gimana," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: DPRD Kabupaten Semarang: Kami Sudah Usulkan Insentif Khusus Awak Bus, Dampak Larangan Mudik

Baca juga: Lihat Ada Pengendara yang Melanggar di Kabupaten Semarang, Polisi Boleh Rekam Gunakan Handphone

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Semarang: Karina Senang meski Ada Rasa Takut Tertular Covid

Baca juga: Naik Hampir Dua Kali Lipat, Jumlah Pengangguran di Kabupten Semarang Tembus 36,5 Ribu Orang

Menurut Heru, sementara ini, pelibatan komunitas difabel masih dalam acara pelatihan dan mitigasi bencana sebagai persiapan.

Karenanya, mereka yang paling tahu kebutuhan masing-masing manakala terjadi bencana.

Ia menambahkan, ke depan, BPBD Kabupaten Semarang juga akan membentuk unit khusus difabel, yakni Lingkungan Inklusi Difabel Indonesia (LIDI) untuk melibatkan secara aktif warga difabel, dalam mitigasi bencana.

"Lalu, kebutuhan mereka pasca bencana seperti apa. Itu juga mereka yang tahu, kami bertujuan melibatkan mereka dalam hal mitigasi, gambarannya seperti itu," katanya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan, seluruh warga masyarakat Kabupaten Semarang memiliki kewajiban sama manakala terjadi bencana, termasuk komunitas difabel.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang senantiasa memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan potensi warga difabel, tidak terkecuali pengetahuan kebencanaan.

Baca juga: Sepulang PTM, Siswa di SMP Negeri 1 Purbalingga Wajib Bagikan Lokasi Terkini ke Guru Lewat Ponsel

Baca juga: Truk Muatan Keramik Terguling di KM 331 Tol Pemalang-Batang di Bojong Pekalongan, 1 Orang Meninggal

Baca juga: Jalan di Timur Kantor Pemkab Sragen Bakal Jadi Pasar Takjil, Buka Setiap Sore selama Ramadan

Baca juga: Susun RPJMD 2021-2026, Pemkab Purbalingga Minta Masukan Soal Rencana Pembangunan

"Harapannya, mereka (difabel) dapat menjadi pendukung penting bagi anggota TNI, Polri, dan BPBD dalam memberikan pertolongan kepada korban pada kesempatan pertama. Korban itu berarti pula diri sendiri, karena petugas tidak senantiasa ada di lokasi saat terjadi bencana," ujarnya

Politisi PDIP itu menegaskan, gerak cepat menjadi penting untuk meminimalkan korban dan kerugian akibat bencana. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved