Breaking News:

Berita Semarang

Naik Hampir Dua Kali Lipat, Jumlah Pengangguran di Kabupten Semarang Tembus 36,5 Ribu Orang

Jumlah pengangguran di Kabupaten Semarang meningkat dua persen sebagai dampak pandemi Covid-19.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Kepala Disnakertrans Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Jumlah pengangguran di Kabupaten Semarang meningkat dua persen sebagai dampak pandemi Covid-19.

Pada 2019, jumlah warga Kabupaten Semarang yang menganggur sebanyak 20.560 orang. Angka ini merupakan 2,57 persen dari angkatan kerja sebanyak 800.000 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto mengatakan, terhitung mulai akhir 2020 lalu, jumlah pengangguran meningkat menjadi 4,57 persen dari angka angkatan kerja yang sama, atau sekitar 36.560 orang.

"Pandemi Covid-19 berdampak luas pada pekerja. Sebanyak 13.039 pekerja di rumahkan dan di PHK. Jumlah pengangguran jadi meningkat dua persen atau menjadi 4,57 persen dari angkatan kerja," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Coffee Cump, Pilihan Asyik Nginap di Tengah Areal Perkebunan Kopi, Hadir di Kabupaten Semarang

Baca juga: Organda Kabupaten Semarang Minta Pemerintah Beri BLT sebagai Kompensasi Larangan Mudik Lebaran

Baca juga: 15 Rumah di Bedono Kabupaten Semarang Rusak Akibat Longsor, Dipicu Hujan Deras 3,5 Jam

Baca juga: Dispar Kabupaten Semarang Andalkan Candi Gedongsongo dan Bukit Cinta, Target 3 Juta Pengunjung

Menurut Djarot, dari belasan ribu pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK, sekitar 10 ribu orang di antaranya sudah bekerja kembali.

Sedangkan sekitar 3 ribu pekerja lainnya, masih menganggur karena perusahaan tempatnya bekerja belum beroperasi secara optimal.

"Yang masih belum kembali bekerja, rata-rata, perusahannya masih menunggu order sehingga produksinya belum maksimal. Peningkatan jumlah pengangguran ini menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusi," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, selama ini, Disnakertrans Kabupaten Semarang berupaya membuat kegiatan pelatihan kerja.

Harapannya, masyarakat memiliki keterampilan sehingga peluang kerjanya lebih luas.

Dia menyatakan, pelatihan kerja juga disesuaikan dengan potensi di daerah masing-masing. Harapannya, peserta pelatihan bisa membuka lapangan kerja di daerahnya.

"Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa mendapatkan pekerjaan atau membuat lapangan kerja sendiri dan bisa mengajak warga lain untuk bekerja," ujarnya. (*)

Baca juga: Komisi E DPRD Jateng Minta Uji Coba Sekolah Tatap Muka Ditunda, Ini yang Membuat Khawatir

Baca juga: 63 Warga Tertimbun Longsor di Ileboleng Flores Timur NTT, Evakuasi Terkendala Alat Berat

Baca juga: Mortir Aktif Ditemukan di Perumahan Bukit Manyaran Permai Semarang, Diduga Peninggalan Belanda

Baca juga: Tak Lama Lagi, Pantai Sigandu Batang Bakal Dilengkapi Wahana Wisata Air Jetski

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved