Senin, 1 Juni 2026

Batal Dihadiri Wagub, Syamsudin Bawa Kabar Beasiswa Santri 6 Miliar

Mewakili Wagub Jateng, Syamsudin bawa kabar baik program beasiswa santri dan insentif ratusan miliar di Ponpes Gunungpati, Minggu (31/5).

Tayang:
Tribun Banyumas/Franciskus Ariel Setiaputra
WAKILI WAGUB JATENG - Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Ulama dan Umara di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati, Semarang, Minggu (31/5/2026). Ia hadir secara khusus mewakili Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, yang berhalangan hadir untuk memaparkan komitmen miliaran rupiah terkait program beasiswa santri dan insentif guru agama. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jateng mengucurkan anggaran ratusan miliar untuk mendukung pesantren, termasuk Rp240 miliar bagi 230 ribu guru agama dan Rp6-7,5 miliar untuk beasiswa santri ke luar negeri. 
  • Selain itu, ada dana Rp2 miliar khusus bagi santri penghafal Al-Qur'an 30 juz. 
  • Hal ini disampaikan Kepala Biro Kesra Setda Jateng, Syamsudin Isnaini, mewakili Wagub Taj Yasin yang berhalangan hadir di Ponpes Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati, Minggu (31/5/2026).

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus berupaya memperkuat dukungannya terhadap eksistensi dunia pesantren. Langkah strategis ini diwujudkan melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM), bantuan sarana dan prasarana, hingga pemberian insentif rutin bagi para guru agama.

Komitmen kuat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini. Ia memaparkannya saat menghadiri acara Silaturahmi Ulama dan Umara di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (31/5/2026).

Syamsudin yang hadir mewakili Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen lantaran berhalangan hadir mengatakan, Pemprov Jateng saat ini telah memiliki landasan hukum yang sangat kuat dalam ranah pengembangan pesantren. Hal tersebut tertuang melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 17 Tahun 2025 tentang pelaksanaan fasilitasi dan sinergitas pesantren, yang notabene merupakan turunan langsung dari Undang-Undang Pesantren.

Baca juga: 350 Santri Padepokan Padang Ati Pekalongan Dipulangkan, Pemprov Jateng Desak Ponpes Ditutup

Ia menjelaskan lebih lanjut, pihak pemprov memiliki kewajiban untuk terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, kiai, pengurus pesantren, pemerintah kabupaten/kota, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam mengimplementasikan berbagai program yang menyasar pesantren.

Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah seleksi beasiswa khusus bagi santri untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.

"Saat ini kami sedang melakukan rekrutmen dan seleksi santri untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp6 miliar hingga Rp7,5 miliar," kata Syamsudin.

Selain fokus memberangkatkan santri ke luar negeri, Pemprov Jateng juga tetap konsisten mempertahankan program insentif bagi para guru agama yang sehari-hari mengabdi mengajar di pondok pesantren, madrasah, dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).

Jumlah total penerima manfaat dari program tersebut ditaksir mencapai sekitar 230 ribu guru agama yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengah, dengan total alokasi anggaran menyentuh angka sekitar Rp240 miliar.

"Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan tahun ini tetap dipertahankan karena mendapat dukungan dari eksekutif maupun legislatif," ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, Pemprov Jateng rupanya juga menggandeng pihak Baznas untuk memberikan pelatihan keterampilan praktis kepada para lulusan pesantren agar mereka benar-benar siap saat memasuki dunia kerja dan industri.

Sementara itu, di bidang pemenuhan sarana dan prasarana, pemerintah daerah juga telah menyediakan skema bantuan hibah bagi pondok pesantren serta fasilitas keagamaan yang memang membutuhkan sentuhan pembangunan maupun perbaikan fisik.

Adapun dalam aspek kebangsaan, Pemprov Jateng turut menjalin kerja sama dengan Kesbangpol, jajaran TNI, dan Polri guna memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren. Tujuan utama dari program tersebut adalah untuk membentuk karakter santri yang nasionalis dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemerintah provinsi juga tak luput menyiapkan program apresiasi berupa penghargaan bagi para santri penghafal Al-Qur'an 30 juz melalui kucuran alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy, KH Ahmad Arwani Musabi, menyambut sangat baik berbagai program inovatif yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi kalangan pesantren.

Menurut pandangannya, besarnya dukungan tersebut bisa menjadi peluang emas bagi santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, sekaligus memperluas jangkauan kontribusi mereka bagi kehidupan masyarakat luas.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved