Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran 2021

DPRD Kabupaten Semarang: Kami Sudah Usulkan Insentif Khusus Awak Bus, Dampak Larangan Mudik

Tercatat, ada sekira 4.000 pelaku bisnis transportasi mulai dari sopir, kernet, pemilik travel, dan bus AKAP di Bumi Serasi tak mendapat pemasukan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Mudik libur Lebaran 2021 telah secara resmi dilarang.

Pemerintah beralasan, apabila mudik diizinkan, dikhawatirkan menjadi sarana penularan virus corona (Covid-19) dan memunculkan klaster baru.

Alhasil, banyak pelaku usaha transportasi terdampak kebijakan tersebut, tidak terkecuali di Kabupaten Semarang.

Baca juga: Tiba-tiba Ngamuk, Warga Rejomulyo Kota Semarang Jotos Pemandu Lagu saat Karaoke Bareng

Baca juga: Lihat Ada Pengendara yang Melanggar di Kabupaten Semarang, Polisi Boleh Rekam Gunakan Handphone

Baca juga: Gelar Upaca Bendera di Atas Perahu, Ini Harapan Nelayan Tambakrejo Semarang di Hari Nelayan Nasional

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Semarang Lakukan Operasi Pasar Jelang Ramadan untuk Jaga Harga Tak Melonjak

Tercatat, ada sekira 4.000 pelaku bisnis transportasi mulai dari sopir, kernet, pemilik travel, dan bus AKAP di Bumi Serasi tak mendapat pemasukan.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan, telah menerima aduan dan aspirasi dari para sopir, baik yang disampaikan melalui media maupun secara langsung.

"Adanya larangan mudik, sopir terdampak pasti, kami juga prihatin soal itu."

"Tapi kesehatan masyarakat sekarang ini memang menjadi prioritas pemerintah," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/4/2021).

Menurut Bondan, saat ini DPRD Kabupaten Semarang telah berupaya membantu para pelaku transportasi terdampak akibat adanya larangan mudik itu.

Yakni dengan mengusulkan insentif ke Pemkab Semarang.

Dia menambahkan, sementara ini besaran insentif pengganti kerugian sopir maupun pekerja transportasi karena larangan mudik masih dikaji bersama pemangku kepentingan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved