Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Lihat Ada Pengendara yang Melanggar di Kabupaten Semarang, Polisi Boleh Rekam Gunakan Handphone

Petugas yang sedang melakukan patroli di jalan raya juga diperkenankan merekam pelanggaran lalulintas menggunakan kamera handphone. 

POLRES SEMARANG
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP M Adiel Aristo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Satlantas Polres Semarang mencatat telah ada sekira puluhan pelanggar lalulintas terekam sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sejak serentak diluncurkan, Rabu (24/3/2021).

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Adiel Aristo mengatakan, selain memanfaatkan fasilitas kamera CCTV, petugas juga memantau pelanggar secara mobile melalui aplikasi Aduan Siaga Polantas (Asiap). 

Baca juga: Gelar Upaca Bendera di Atas Perahu, Ini Harapan Nelayan Tambakrejo Semarang di Hari Nelayan Nasional

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Semarang Lakukan Operasi Pasar Jelang Ramadan untuk Jaga Harga Tak Melonjak

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Semarang: Karina Senang meski Ada Rasa Takut Tertular Covid

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Semarang Diprediksi Turun saat Ramadan, Dapat Pasokan dari Jatim dan Bali

"Jadi sejak diluncurkan karena masih uji coba sampai sekarang kami sudah menilang pelanggar sekira puluhan pengendara."

"Persisnya kami belum bisa sampaikan karena masih proses verifikasi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (6/4/2021). 

Menurut AKP Aristo, petugas yang sedang melakukan patroli di jalan raya juga diperkenankan merekam pelanggaran lalulintas menggunakan kamera handphone

Dia menambahkan, sejauh ini telah memasang kamera CCTV pada beberapa titik sebagai pendukung program ETLE.

Seperti di Perempatan Pegadaian Ungaran, KPU Asmara, MTS Asalamah, dan Alun-alun lama Ungaran. 

"Kami mengimbau para pengguna jalan agar lebih tertib berlalulintas."

"Pada setiap titik tersebut terpasang empat kamera CCTV yang akan merekam dari kedua arah apabila ada warga menerobos," katanya.

AKP Aristo menilai, sejak pemberlakuan ETLE tingkat pelanggaran lalulintas di Kabupaten Semarang dinilai jauh lebih menurun. 

Dia berharap, hal tersebut juga diimbangi dengan kepatuhan warga terkait kelengkapan surat-surat kendaraan meskipun tidak ada tilang langsung maupun operasi darat oleh petugas. 

"Dari monitoring jauh lebih baik, karena lebih efektif, mengurangi intensitas kontak langsung antara polisi dan pelanggar."

"Sehingga meminimalisir adanya pungli, warga juga kami lihat lebih tertib," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Cerita Siswi SMP Negeri 9 Purwokerto Ikuti Uji Coba PTM, Monita: Senang Akhirnya Bisa Ketemu Teman

Baca juga: Istri Terduga Teroris Minta Suaminya Dibebaskan, Pasca Penggeledahan di Sumampir Purwokerto

Baca juga: 2 Jabatan OPD di Pemkab Purbalingga Kosong, Sementara Dirangkap Staf Ahli dan Kabag Kesra

Baca juga: Bupati Purbalingga Berharap, Golaga Jazz Festival Bisa Masuk Calender Event Kemenpar

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved