Breaking News:

Berita Purbalingga

Sepulang PTM, Siswa di SMP Negeri 1 Purbalingga Wajib Bagikan Lokasi Terkini ke Guru Lewat Ponsel

SMP Negeri 1 Purbalingga mewajibkan siswa membagikan lokasi mereka lewat aplikasi di telepon pintar seusai mengikuti uji coba PTM.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Purbalingga mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Untuk mencegah siswa bermain atau tak langsung pulang ke rumah seusai mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), SMP Negeri 1 Purbalingga mewajibkan siswa membagikan lokasi mereka lewat aplikasi di telepon pintar.

Hal ini dilakukan guna membatasi kegiatan siswa di luar rumah yang dapat memicu penularan Covid-19.

"Dilarang mampir seusai pulang sekolah, harus langsung pulang ke rumah. Boleh bawa HP (handphone) untuk komunikasi. Kemudian, anak wajib shareloc sampai di rumah," jelas Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga Pramono ditemui di sekolah, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Susun RPJMD 2021-2026, Pemkab Purbalingga Minta Masukan Soal Rencana Pembangunan

Baca juga: Eksekusi Tanah di Kemangkon Purbalingga Dijaga Ketat, 43 Personel Polri-TNI Diterjunkan

Baca juga: Perempuan Muda Nekat Terjun ke Sungai Klawing Purbalingga, Diduga Tertekan Akibat Utang Jatuh Tempo

Baca juga: Pandemi Covid-19 Tak Halangi Warga Berdonasi: Bulan Dana PMI 2020 Purbalingga Capai Rp 688 Juta

Pramono mengatakan, hingga hari keempat uji coba, PTM di sekolah tersebut berjalan baik dan lancar.

Hanya, dari 104 siswa yang terdata harus mengikuti kegiatan sekolah tatap muka, tiga siswa di antaranya absen.

Dua anak tak masuk tanpa keterangan, sementara satu siswa izin mengikuti acara keluarga di Semarang.

Terkait siswa yang pergi ke luar kota ii, Pramono mengatakan, nantinya, siswa tidak boleh langsung mengikuti kegiatan PTM setiba di Purbalingga. Yang bersangkutan harus menjalani rapid tes untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Sebelumnya, rapid tes juga dilakukan kepada semua guru di sekolah tersebut sebelum uji coba PTM digelar.

"Semua siswa dan guru juga kami rapid antigen dan alhamdulillah, semua negatif," ujarnya.

Menurut Pramono, hari ini, PTM diikuti siswa kelas 8. Mereka belajar dalam sembilan kelas, dimana masing-masing kelas hanya diisi 12 siswa.

Diakui Pramono, uji coba PTM tak hanya terkait kesiapan sekolah dan siswa tetapi juga orangtua. Pasalnya, mereka diwajibkan mengantar jemput siswa.

Baca juga: Truk Muatan Keramik Terguling di KM 331 Tol Pemalang-Batang di Bojong Pekalongan, 1 Orang Meninggal

Baca juga: Jalan di Timur Kantor Pemkab Sragen Bakal Jadi Pasar Takjil, Buka Setiap Sore selama Ramadan

Baca juga: Kenalkan, Bayi Asal Brebes Bernama Dinas Komunikasi Informatika Statistik. Begini Penjelasan Ayah

Baca juga: 5 Berita Populer: Stok Vaksin di Kudus Tinggal 40 Vial-Dukun Gadungan di Kendal Cabuli Teman Anaknya

Soal tata cara masuk dan keluar sekolah, pihaknya telah mengatur agar tak memicu kerumunan.

"Keluar sekolah juga tidak bersamaan, kami atur. Jika orangtua belum menjemput maka ada tempat menunggu," ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan upaya sekolah agar PTM berlangsung aman dan lancar sehingga tak memicu penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Kami bagikan surat kesanggupan kepada orangtua. Sehari, total hanya 2 jam pelajaran," tuturnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved