Senin, 1 Juni 2026

Berita Jepara

Penimbunan BBM Subsidi di Jepara: Truk Bisa Tampung 1000 Liter, Gunakan Belasan Nopol dan QR Code

BPH Migas membongkar praktik penimbunan BBM subsidi di Jepara. Pelaku menggunakan 18 nopol dan 16 QR code secara bergantian pada truk yang sama.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok BPH Migas
BARANG BUKTI - Petugas menunjukkan barang bukti plat nomor polisi yang digunakan dalam praktik ngangsu BBM subsidi yang dibongkar BPH Mitas di Jepara, Jawa Tengah, baru-baru ini. 

Ringkasan Berita:
  • BPH Migas bersama Komisi 12 DPR dan polisi membongkar praktik penimbunan BBM subsidi di Jepara.
  • Pelaku membeli BBM subsidi menggunakan truk dengan tangki BBM yang telah dimodifikasi dengan kepasitas hingga 1000 liter.
  • Untuk mengelabuhi petugas SPBU, mereka menggunakan belasan nomor polisi dan QE code yang digunakan bergantian.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Belasan nomor polisi (nopol) kendaraan diamankan bersama QR code diamankan petugas saat membongkar praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Belasan nopol dan QR code itu digunakan secara berganti-ganti untuk satu truk saat 'ngangsu' BBM subsidi ke sejumlah SPBU di Jepara.

Praktik ini dibongkar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Komis 12 DPR, dan polisi yang melakukan pengawasan penyaluran BBM subsidi di Jepara, Sabtu (30/5/2026).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, operasi 'ngangsu' BBM subsidi itu dilakukan menggunakan truk dengan tangki yang telah dimodifikasi hingga bisa menampung lebih banyak BBM.

Untuk mengelabuhi petugas, nopol truk tersebut diganti saat mengisi BBM.

Baca juga: "Polantas Menyapa", Kakorlantas Polri Turun Langsung di Jepara Sapa Ratusan Driver Ojol

Wahyudi menjelaskan, truk tersebut beroperasi dengan sistem keluar-masuk SPBU secara berulang dalam rangka membeli BBM subsidi dalam jumlah besar.

"BPH Migas terus melakukan pengawasan dalam penyaluran BBM Subsidi agar berjalan efektif, efisien dan mementingkan BBM Subsidi untuk masyarakat yang berhak, tepat sasaran, dan tepat manfaat bagi masyarakat Jepara," terangnya, Senin (1/6/2026).

Wahyudi menuturkan, truk menggunakan banyak QR code dan pelat nomor polisi palsu yang berbeda-beda guna menghindari terdeteksinya transaksi mencurigakan pada sistem pengawasan.

Kata dia, tangki BBM truk terhubung dengan selang untuk naik ke tangki atas. 

Upaya modifikasi tangki BBM yang dilakukan pelaku bisa menampung BBM subsidi hingga 1.000 liter dalam sekali pembelian.

BPH Migas menegaskan bawah pengawasan pendistribusian BBM subsidi membutuhkan dukungan masyarakat.

Di mana, setiap laporan atau aduan masyarakat dinilai penting dalam membantu mengidentifikasi kendaraan atau pihak-pihak yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Supaya, penyaluran BBM subsidi berjalan tepat sasaran, tepat volume, dan diterima masyarakat yang berhak memperoleh.

"Masyarakat jangan takut untuk melaporkan apabila menemukan jenis-jenis truk yang diduga mengambil BBM subsidi dan disalahgunakan," pintanya.

Tak Mudah Terdeteksi

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved