Breaking News:

Berita Banyumas

Bantuan Sosial Tunai Rp 600 Ribu di Banyumas Cair, Bupati Prediksi Pusat Perbelanjaan Bakal Ramai

Bantuan Sosial Tunai (BST) di Banyumas mulai dicairkan hari ini, Rabu (14/4/2021).

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Bupati Banyumas Achmad Husein saat mengecek kegiatan tes swab antigen massal di Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Senin (18/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bantuan Sosial Tunai (BST) di Banyumas mulai dicairkan hari ini, Rabu (14/4/2021).

Bupati Banyumas Achmad Husein memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) setempat mengantisipasi keramaian sejumlah pertokoan seusai pencairan dana.

"Jadi, mulai hari ini, Bantuan Sosial Tunai sudah mulai dibagikan. Nominalnya Rp 600 ribu. Setelah ini, kemungkinan, akan banyak warga yang beli baju untuk Lebaran," ujar bupati dalam rapat Forkompinda di Pendopo Si Panji, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Dinkes Banyumas Berencana Buka Layanan Vaksinasi Covid Seusai Tarawih, Ini Pertimbangannya

Baca juga: Guru Agama Islam di Banyumas Gelar Pesantren Virtual Ramadan, Ada Kisah Rasul dan Kuis Juga, Loh

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Paris, Banyumas Juga Miliki Menara Eiffel, Lokasinya di Desa Wisata Kaliurip

Baca juga: JADWAL Salat dan Buka Puasa Ramadan Hari Kedua di Banyumas, 14 April 2021

Pengelola toko-toko modern di Purwokerto dan Banyumas, khusunya yang menjual pakaian, juga diminta lebih meningkatkan protokol kesehatan.

Bupati mengatakan, toko-toko pakaian di Purwokerto yang harus diawasi karena keramaiannya di antaranya, Duta Mode, Toko Sinta, Rita Supermall, juga Toko Pusaka.

Selain toko pakaian, pusat keramaian saat bulan puasa yang harus diawasi adalah pasar takjil.

Ada beberapa titik pasar takjil di Purwokerto yang ramai, semisal di Unsoed, GOR Satria, Mersi, dan di Jalan Pahlawan.

Di dalam rapat itu juga disinggung mengenai persiapan dalam hal pariwisata.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas Asis Kusumandani mengatakan, usaha hiburan umum, klub, panti pijat, spa, serta bar, dilarang beroperasi selama Ramadan.

"Untuk rumah makan, 50 persen kunjungan. Jam operasional 07.00-21.00 WIB dan dini hari 02.00-04.00 WIB pagi sahur," katanya.

Asis pun mengingatkan kemungkinan maraknya kegiatan buka bersama di pekan ketiga Ramadan.

Sementara, untuk objek wisata, yang menjadi pusat keramaian adalah di Baturraden sehingga tim task force akan berfokus mengawasi daerah ini.

"Tahun baru, tahun lalu, kunjungan tidak banyak dan memang dibatasi. Tapi, kami fokuskan di Baturraden karena menjadi pusat keramaian saat liburan," ungkapnya.

Baca juga: Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kota Tegal Positif Covid-19, Diduga Tertular saat Dijenguk di Rumah

Baca juga: Kecewa Tim Diliburkan Tanpa Batasan Waktu, Pelatih PSIS Semarang Bakal Lobi Manajemen

Baca juga: Cocok Jadi Menu Takjil, Ini Resep Es Campur Manado

Baca juga: Ruko di Masaran Sragen Terbakar: 1 Mobil, 2 Motor, dan 5 Ton Pupuk Ludes

Terutama, terkait pengaturan parkir agar tidak menimbulkan kemacetan, yaitu dengan membuat rute arus lalu lintas.

Dinporabudpar Banyumas juga telah menyurati sejumlah pengelola wisata agar meningkatkan keamanan fasilitas wisata sebagai upaya mitigasi supaya lebih berhati-hati. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved