Breaking News:

Berita Sragen

Ruko di Masaran Sragen Terbakar: 1 Mobil, 2 Motor, dan 5 Ton Pupuk Ludes

Ruko grosir pertanian milik Hamik Slamet Raharjo (61), warga Ngasinan Etan, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen ludes terbakar, Rabu.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Tim Pemadam kebakaran dan relawan berusaha memadamkan api yang melalap rumah toko di Ngasinan Etan, Kelurahan Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen, Rabu (14/4/2021) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Sebuah rumah sekaligus toko (ruko) grosir pertanian milik Hamik Slamet Raharjo (61), warga Ngasinan Etan, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, ludes dilahap si jago merah, Rabu (14/4/2021) dini hari.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen Sunardi mengatakan, kebakaran itu pertama kali disadari oleh Suparti (50), istri Hamik Slamet, sekitar pukul 00.30 WIB.

Melihat api berkobar di tempat tinggalnya, Suparti berteriak hingga membangunkan anaknya, Rahmat Arif Setyawan. Kemudian mereka ke luar rumah dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar kemudian membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Tak lama kemudian, Dasmkar dari Satpol PP Sragen tiba di lokasi.

Baca juga: Jalan di Timur Kantor Pemkab Sragen Bakal Jadi Pasar Takjil, Buka Setiap Sore selama Ramadan

Baca juga: Minggir saat Berpapasan dengan Mobil Lain, Mobil Keluarga Sutarno Berakhir Jatuh ke Sungai di Sragen

Baca juga: Warga Bumiaji Sragen Tewas, Jadi Korban Tabrak Lari dalam Perjalanan seusai Salat Subuh di Masjid

Baca juga: 63 Sekolah di Zona Hijau di Sragen Bakal Gelar Kelas Tatap Muka, Terapkan 3 Hari Masuk 3 Hari Daring

Menurut Sunardi, kejadian ini membuat bangunan berukuran 12x19 meter bersama isinya, ludes terbakar.

"Perabot rumah tangga, satu unit mobil Innova, dua sepeda motor, 15 tabung gas elpiji 3 kg, dan 5 ton pupuk, ludes," kata Sunardi, Rabu pagi.

Sunardi mengatakan, api baru bisa dipadamkan setelah empat jam pemadaman. Dalam kejadian itu, pihaknya menerjunkan tiga armada pemadam kebakaran.

Proses pemadaman, diakui Sunardi mendapat kendala. Di antaranya, suplai air yang jauh dari lokasi kejadian, material di toko yang mudah terbakar, serta toko yang dikelilingi teralis hingga ruang gerak petugas terbatas.

Sementara, Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno menambahkan, pihaknya turut mengirim bantuan satu tangki air.

Begitu juga BPBD Sragen yang juga menyuplai air sebanyak satu tangki. Sehingga, total ada lima tangki yang digunakan untuk memadamkan api.

"Kami menghubungi Call Center PSC 119 Sukowati Sragen untuk membantu suplai air guna memadamkan kebakaran. Rumah dan toko dihuni sekeluarga berisi tiga jiwa," katanya.

Saat proses pemadaman, Joko mengatakan, ada satu petugas yang terkena percikan api di bagian kaki. Namun, petugas segera mendapat pertolongan pertama dari petugas PMI Sragen.

Baca juga: 5 Berita Populer: RS Aisyiyah Kudus Khawatir Tak Bisa Bayar THR-Misteri Teror Pecah Kaca Truk Kendal

Baca juga: Lagi, Keran Wastafel di Kudus City Walk Hilang Dicuri

Baca juga: Buat dan Perpanjang SIM Bisa lewat Online, Cukup Unduh Aplikasi Digital Korlantas Polri di Playstore

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 14 April 2021 Rp 965.000 Per Gram

Selain Damkar Sragen, PMI Sragen, dan BPBD Sragen, proses pemadaman api juga dibantu dari perangkat Desa Gebang, aparatur Kecamatan Masaran, TNI-Polri, Tagana, Poldes, Himalawu, Relawan Grab, Wong Salam, serta warga sekitar.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved