Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jateng

Dilepas Komunitas Gowes, Mbah Pugianto dari Klaten ke Makkah Naik Sepeda

Dr. ENHA turut melepas keberangkatan Mbah Pugianto dan memimpin do'a bersama yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Tayang:
Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas
Suasana penuh haru, semangat, dan do'a mewarnai acara Pelepasan Mbah Pugianto yang akan memulai perjalanan inspiratif mengayuh sepeda menuju Mekkah.  

TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN- Suasana penuh haru, semangat, dan do'a mewarnai acara Pelepasan Mbah Pugianto yang akan memulai perjalanan inspiratif mengayuh sepeda menuju Mekkah. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Sedulur Pit Klaten (SPK) bersama Klaten Federal (KADAL) ini berlangsung di Alun-Alun Klaten pada Minggu pagi, 31 Mei 2026.

Wakil Dekan Fakultas Teknik Unsoed Dr. Nurul Hidayat, ST., M.Kom yang juga Ketua Gowes Pitakom/ Komunitas Sepeda Dosen Informatika dan Komputer Indonesia menjelaskan, Pugianto, putra daerah Klaten, memulai perjalanan panjang menuju Tanah Suci dengan mengandalkan sepeda sebagai sarana transportasi utamanya.

Perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi fisik, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual yang sarat makna, keteguhan iman, kesabaran, dan pengorbanan dalam menggapai cita-cita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Acara pelepasan dihadiri oleh keluarga, sahabat, komunitas sepeda, tokoh masyarakat, serta warga Klaten yang memberikan dukungan moril dan do'a terbaik.

"Kehadiran masyarakat menunjukkan apresiasi dan kebanggaan terhadap semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Mbah Pugianto," kata Dr. ENHA Dr. ENHA sebagai perwakilan komunitas PiTKU (Pit Pitan Teknik Unsoed).


Dalam kesempatan tersebut, Dr. ENHA turut melepas keberangkatan Mbah Pugianto dan memimpin do'a bersama yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Baca juga: Seribu Lebih Warga Tegal Derita HIV AIDS, Penularan Banyak dari Komunitas Gay


Menurut Dr. ENHA, perjalanan yang dilakukan Mbah Pugianto merupakan simbol keteguhan hati dan kekuatan tekad dalam mengejar cita-cita mulia.

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta senantiasa melibatkan doa dalam setiap langkah kehidupan.


Selain menjadi simbol perjuangan pribadi, perjalanan ini juga membawa nama baik Klaten ke tingkat nasional bahkan internasional.

"Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh komunitas pesepeda dan masyarakat Klaten menjadi bukti bahwa dukungan sosial merupakan kekuatan besar dalam setiap perjalanan kehidupan,"ujar Dr. ENHA.

Tagline:
“Satu Kayuhan, Sejuta Do'a, Menuju Baitullah.”


Untuk diketahui, Komunitas Sedulur Pit Klaten (SPK) dan Klaten Federal (KADAL) merupakan komunitas pesepeda yang aktif membangun persaudaraan, semangat hidup sehat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan melalui berbagai aktivitas bersepeda dan pengabdian kepada masyarakat.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved